ep·i·gram·ma [n]
1. Any witty, ingenious, or pointed saying tersely expressed.
2. A brief, interesting, memorable, and sometimes surprising or satirical statement.


Failure Is The Opportunity to Begin Again, More Intelligently
Tadi sore adalah kesempatan yang bener-bener berharga banget buat gue. Why I said so? That's because tadi sore gue menghadiri sebuah talkshow yang diadakan oleh Humas FIKOM Unpad yang menghadirkan Adrie Subono dan Eddy Brokoli sebagai pembicaranya. So far sih, om Adrie memberikan info-info bagaimana membuat event yang bagus, EO, tips-tips, dll. Tetapi, ada suatu bagian yang membuat gue terkesan dengan dia. Bagian ketika dia menyebutkan bahwa "Pendidikan gue hanya sampe kelas 2 SMA, tetapi karena ada kemauan dan semangat untuk tetep maju. Gue bisa!" Semangat itu yang bener-bener bikin gue salut. Padahal hal tersebut kan sama sekali ga mudah, mulai merintis sebuah usaha dari kecil, gagal, rugi, mencari sebuah kepercayaan dari orang-orang yang luar biasa banyak jumlahnya. Padahal, kemampuan struggle for rising sesudah jatuh itu susah sekali untuk diimplementasikan ke dalam kehidupan real. Dan apalagi zaman sekarang seperti yang kita tahu, orang-orang lebih mementingkan pendidikannya, terutama gelar yang dia punya. Padahal sebenarnya, orang yang ga punya gelar belum tentu pemikiran dan semangatnya berada di bawah orang-orang yang memiliki gelar yang seabrek-abrek. Tetapi, bisa saja sebaliknya seperti yang terjadi pada om Adrie. Experiences playing a important role here. Jadi, konklusi yang bisa gue ambil adalah sukses itu ga tiba-tiba jatub dari langit begitu saja. Tetapi haruslah didapatkan dari usaha mati-matian untuk bangkit ketika jatuh, bukannya malah terpuruk dan takut untuk mencoba. An effort, a desire, an optimism and don't forget to pray, then God will show you the way.

Lebih baik lo jadi seseorang yang pernah jatuh dan tahu cara untuk bangkit, daripada lo jadi seseorang yang ga pernah jatuh dan ketika lo jatuh, lo ga tau caranya untuk bangkit -Eddy Brokoli

Libellés : , , , ,

0 comment(s)
Post a comment
His Words Lead Me Nowhere
Berawal dari keisengan gue buat ga lose contact sama dia, akhirnya gue iseng-iseng aja nge-buzz YM dia. Guess what?! He buzzes me back. Pertama memang sedikit kaku sih obrolannya. Seputar, "what are you doing", "how's your day", "how's your school", and the other stupid questions. And, setelah melalui beberapa hari dengan chat-chat super kaku dan formal, gue mulai bisa bercanda sama dia. Ngomongin si rosebrand lah, si GM lah, apa saja. And the most shocking thing is, dia janji bakalan main ke rumah gue (after a long long time you know). Rasanya kayak gue balik ke jaman 3 tahun yang lalu.

He said that dia sakit. And me too. Dia kena bronchitis (gara-gara kebanyakan ngerokok, I guess). Gue udah seminggu ini demam, badan gue serasa remuk. Dan dia marah-marahin gue karena gue gamau ke rumah sakit. He said that "nanti kalo dibiarin malah makin parah. pokoknya besok kamu harus sudah ke rumah sakit ya". Awww.. That's sooooo cute. Jarang-jarang dia kayak gitu ke gue.

Dan besoknya, Mr. Doc told me that I've got a paratyphi virus infected my digestive system. Dan lebih parahnya lagi, gue kena DB sekaligus. Buset. I HAVE TO GET A BEDREST! IN A HOSPITAL! AND I HATE THAT!

Tiap kata yang dia bilang ke gue. Tiap nasihatnya. Semakin lama munculin feeling gue ke dia lagi. Oh God!!! Padahal dalam hati gue udah janji buat move on, tapi jujur sih gue seneng juga. Kata-kata dia ngebuat gue semakin berharap dan berharap dan berharap. Tapi dalam hati gue yakin, that someday he'll leave me high.

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment


---------------- Older Posts -----------------