ep·i·gram·ma [n]
1. Any witty, ingenious, or pointed saying tersely expressed.
2. A brief, interesting, memorable, and sometimes surprising or satirical statement.


What Would You Do If You Become Like Them?
Akhir-akhir ini di Jatinangor sering banget dilanda mati lampu. Bahkan kemaren mati lampu sampe 18 jam. Bagi kita mahasiswa mungkin itu sedikit atau malah sangat annoying. Karena namanya juga pelajar, tugasnya kan belajar, tapi gara-gara mati lampu itu bikin suasana ngga kondusif.

Tapi, pernah ngga sekali aja mikirin gimana perasaan orang-orang yang jauh di sana, yang hidup tanpa listrik. Bisa pake lampu teplok aja udah untung banget buat mereka. Andai sehari aja kita tuker tempat sama mereka, belom tentu kita semua mau kan. Kebanyakan dari kita suka lalai sama kenikmatan dan rezeki yang Allah udah berikan dan ngga pernah puas sama itu semua. Masih untung banget loh kita mati lampu cuma paling banter 18 jam, gimana mereka yang tiap hari tanpa lampu. Gue salut banget sama anak-anak yang kurang mampu, yang biarpun tanpa lampu, tapi masih punya keinginan yang kuat buat sekolah.

Oleh karena itu, sukurilah nikmat dan rezeki yang telah kamu punya. Pergunakan itu semua dengan baik. Selalu inget, bahwa semua ini cuma titipan dari Yang Mahakuasa. Jangan sampai kita lalai dengan nikmatNya dan malah menyombongkan apa yang sebenernya bukan punya kita.

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
A Bit Reflection From A Bowl of Instant Noodle
Karena rencana penghematan gue (50 ribu per minggu), gue sedikit ingin mengurangi budget makan dan jajan gue. Akhirnya hari ini pun gue hanya makan semangkok indomie rebus & telor. Ketika gue lagi makan, kebetulan gue lagi ngeliat situs UNICEF, sambil denger lagunya Michael Jackson - Heal The World. Entah kenapa tiba-tiba pikiran gue langsung tertuju ke mangkok mie gue. Dalam hati gue berpikir, selama ini gue berhedon ria, ngehamburin duit buat ngemil-ngemil ga jelas, ngebuang-buang makanan. Padahal di luar sana masih ada berjuta-juta orang yang rela jalan kaki bermil-mil buat dapet makan, mengais-ngais tong sampah buat dapet makanan yang sebenernya ga layak makan tapi asalkan perumereka terisi. Gizi buruk sampai busung lapar.



Sumpah gue trenyuh banget sampe ga sadar gue nangis ngeliat foto-foto ini. Karena gue ga tega. They have rights to live this life like us! Karena kita sama-sama manusia, mereka juga berhak untuk dapat pangan. Yang gue sayangin, banyak banget anak-anak yang kena busung lapar. Padahal yang kita tau, anak itu generasi penerus. Kalo misalnya gizi mereka aja kurang, bagaimana mereka bisa berpikir dengan cerdas.

Gue sadar, ga perlu makan makanan yang berkelas, mahal, di resto ternama. Asalkan 4 sehat 5 sempurna udah terpenuhi, itu udah lebih dari cukup buat kita. Lagian kalo dipikir-pikir, seenak-enaknya makanan yang masuk ke perut kita keluarnya juga jadi (maaf) feses kan. Kita bisalah menyisihkan sedikit rezeki kita buat mereka disana yang kelaparan. Bukannya manusia diciptakan memang untuk saling berbagi kan? Ga ada salahnya kok berbagi sedikit kebahagiaan kita buat mereka. Sedikit saja uluran tangan dan kesadaran kita, itu udah membuat mereka senang kok.

Malam ini biarpun gue hanya makan mie rebus dan telor, sukur alhamdulillah gue ucapin buat Allah, karena alhamdulillah gue disini masih bisa makan. Masih bisa hidup sehat biarpun seadanya. Semoga someday, semua orang bisa sadar ya, sehingga uluran tangan dan bantuan buat mereka pun semakin banyak :)

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment


---------------- Older Posts -----------------