ep·i·gram·ma [n]
1. Any witty, ingenious, or pointed saying tersely expressed.
2. A brief, interesting, memorable, and sometimes surprising or satirical statement.


Help The Autistic Children


Apakah pernah mendengar kalimat seperti ini?

"Lo autis BB deh."

"Ih lo autis banget ya."


Atau malah pernah mengucapkan seperti ini,

"Lo mojok sendirian gitu kayak anak autis deh."

Kalimat tersebut sering saya dengar terutama belakangan ini ketika demam BB melanda. Ketika seseorang sibuk dengan BBnya sehingga tidak memperhatikan sekitarnya. Seperti gejala yang terdapat pada anak yang menderita autis. Mereka akan seperti hidup di dalam dunianya sendiri dan susah berkomunikasi.

Hari ini adalah World Autism Awareness Day. Kebetulan sekali ketika saya membuka web sebuah komunitas di Indonesia, saya tertegun pada sebuah post yang berisi sebuah cerita mengenai anak autis. Just in case you don't know, saya akan menuliskan di sini bagaimana ceritanya.

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Di tangan sebelah kiri, ada buku Food Diary anakk yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat, berisi makanan apa saja yang cocok untuk tubuhnya, reaksi alerginya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?

Di usia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku, dh, gak lama kemudian ia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiii. Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant, anakku malah jingkrak-jingkrak, mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5 ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yang lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.
Baru saja hendak memasak, tiba-tiba kudengar jeritannya. Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku ke ruang setrika dan di sana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh Baby Sitternya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih menempel di atas punggung tangan kirinya. Oh… My… God!!! Aku panik.

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel di hidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel di balik gosokan panas itu… ( ( (
AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku, aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan. Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang (

Aku menjerit sekencang-kencangnya. Kupanggil Baby Sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur, lalu dengan kesetanan, kukebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba-tiba aku kehilangan seluruh tenagaku. AKU PINGSAN!!!

* * *
Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.
Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…

Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku. Oh Tuhan, lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah. Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dia menggaruk luka di kepalanya yang bocor. Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah. Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis. Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt sekuat-kuatnya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun tak lama karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik, “Mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!”
Dan lagi-lagi kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis, hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…lagi-lagi aku… PINGSAN.

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini. So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.

Anakku memang autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa. Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan-tangan mungilnya menari-nari dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap-cakap dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.

Namun dibalik itu, walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.

Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah di sebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…
“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe” Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak… Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya…

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.


Autisme bukan sebuah bentuk joke. Kalaupun ada yang menganggap itu sebuah joke, tentulah sangat tidak lucu. Hey, autisme adalah sebuah mental disorder. Coba bayangkan jika salah satu keluarga kita sendiri menderita autis, pasti sangat tidak enak kan mendengar orang-orang lain menjadikan penyakit sebuah bahan bercanda.

So, stop using the word "autism" for our daily jokes. They ought to be treated well too, because they're also humans. Please, have an empathy to the parents who have been trying their best to treat their kids, so they can live their life as normal kids.

And I won't use autism as a joke or a slang word, because it's not right and it's not funny. Who's with me?


P.S.: By the way, this is my first digital scrapbook. Still a newbie tho :p I've made it to celebrate the World Autism Awareness Day.



Libellés : ,

0 comment(s)
Post a comment
Pray For Japan


I'm watching the Japan's tsunami footage right now, and it really breaks my heart. The news reporter on television said that 2000 people died, 10000 more people expected to be confirmed dead, 2000 people injured, 530000 people displaced and stayed in 2500 evacuation centres, and 24000 people still completely isolated and cannot be reached. Awful. Let's pray for Japan! Pray that it all ends soon and they can recover from this.


P.S.: I'm Indonesian, but there's a little bit of Japanese blood in me.
P.P.S.: How are you, my childhood neighbors, Yuki, Saori, Aunt Darsini and your husband? Suddenly I remember when I was a kid, I always went to your house.
P.P.P.S.: How are you uncle and all my relatives?
P.P.P.P.S.: I hope that you're all alright :)
P.P.P.P.P.S.: Everyone is with you, Japan, so heal from this quickly.




Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
So, I Wanna Cry
Saya bisa menahan makan. Saya bisa menahan minum. Saya bisa menahan tidur. Saya bisa menahan kantuk. At least, untuk sehari. Tetapi saya tidak bisa menahan tangis, bahkan untuk sedetik.

Seperti inilah yang saya rasakan saat ini. Saya menangis, bukan karena lelaki, seperti umumnya penyebab tangisan wanita masa kini. Tetapi saya menangis karena keluarga saya.

Kehangatan yang tercipta di dalam sebuah keluarga adalah sebuah hal yang sudah saya rindukan sejak lama. FYI, saya dibesarkan di dalam keluarga yang keadaannya tidak seperti keluarga-keluarga lain yang dipenuhi oleh cinta. Adu mulut antara seorang suami dan istri menjadi hal yang biasa bagi saya. Saya pun merasa iba kepada adik-adik saya yang masih kecil. Seharusnya mereka melihat kasih sayang namun mereka malah melihat pertikaian.

Namun, ketika muncul di depan orang-orang, keluarga saya terlihat seperti perfect dan dipenuhi kasih sayang. Padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Terkadang terbersit rasa iri ketika melihat teman-teman yang merasakan kehangatan yang sebenarnya di dalam sebuah keluarga. Saya ingin menghabiskan hari dengan piknik di belakang rumah bersama ayah, ibu dan adik-adik saya. Saya ingin bersama-sama menonton bola di ruang keluarga dengan kostum andalan masing-masing seperti dulu. Saya rindu kasih sayang yang diberikan oleh papa dan mama secara bersamaan, bukan secara sendiri-sendiri seperti sekarang.

Saya berharap suatu saat nanti, saya akan mendapatkan seorang future husband that loves me and takes me as I am. Sehingga, ketika saya sudah berkeluarga, saya dan future husband akan memberikan kasih sayang yang melimpah kepada future children. Yeah, someday. At least to make it better.


I miss having a quality time with family, like this. Yeah Really.




Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Is There A Monster In My Bag?
After hiatus for about one week, di kesempatan kali ini saya ingin bercerita mengenai sebuah sambutan. Yah, sambutan yang sangat "cool" untuk saya. Anyway, just in case you don't know, saya sudah kembali ke Indonesia dengan membawa sejuta, semilyar, bahkan hampir mendekati tidak terbatas cerita.

Okay, back to the main topic. Hari ini, jam 11 malam pesawat yang membawa saya dan delegasi Unpad 2009 telah mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta, Indonesia. Finally, udara panas dan gerah Jakarta menerpa badan saya. Udara yang cukup saya rindukan selama di sana, biarpun terkadang saya suka bete sendiri kalo udah over-gerahnya hehe. Setelah melalui pemeriksaan imigrasi Indonesia, yang kurang ketat kalau dicompare dengan dua negara yang saya singgahi sebelumnya, saya dan teman-teman pun menunggu bis yang akan membawa kita ke Bandung di luar bandara. Karena tidak ada kursi, maka kita pun beramai-ramai duduk di emperan koridor bandara. Semua sibuk online dan menghubungi keluarganya, mengabari bahwa mereka telah sampai di Indonesia tanpa kurang suatu apapun.

Jam 12 malam, bis itu pun datang dan kami semua siap-siap naik ke bis. Saya seharusnya duduk di seat no 9, namun karena kurang koordinasi dan kurang disiplin, alhasil kursi saya pun sudah ditempati orang lain. Ada sih kursi kosong di seat no 9, cuma letaknya tidak di samping jendela. Padahal saya inginnya duduk di samping jendela, supaya bisa memandangi citylight Jakarta malam-malam. Akhirnya saya pun pindah ke seat no 31-32, paling belakang dan dekat dengan smoking room dan WC. Kursi di sebelah saya pun kosong, karena saya jadikan tempat untuk menaruh barang bawaan saya yang banyak. Awalnya saya tidak memiliki firasat buruk ataupun apa. Sampai pada saat bis memasuki tol Pondok Gede Timur, saya tertidur...

Benar-benar tidur yang sangat pulas, sampai akhirnya saya terbangun ketika bis sudah sampai di Bandung Super Mall. Saya tidak mengkhawatirkan apa-apa, karena posisi tas saya masih sama seperti awal saya memegangnya. Laptop dan kamera juga masih utuh. Ketika saya turun dan pergi ke toilet untuk buang air kecil, saya baru menyadari bahwa uang dollar saya raib. Bukan hanya selembar, readers, namun semuanya. Nah loh, saya mulai khawatir, apalagi uang rupiah di dompet saya juga keluar sebagian dari dompet saya, seperti ada yang menariknya keluar. Saya pun mencoba menenangkan diri saya, mencoba untuk menghibur diri dengan berkata "Semoga cuma keselip, kan lo teledor, Pril."

Sampai di Jatinangor, di dalam mobil teman, saya pun membongkar seisi tas Longchamp saya. Benar-benar raib ternyata. Seluruh uang dollar, ringgit, dan rupiah saya yang hanya bersisa 250 ribu. Dan ternyata, Chloe (re: BB saya) juga ikutan raib. Nah loh, saya pun mulai kalut dan panik. Setelah membongkar-bongkar sebanyak tiga kali, Chloe dan uang saya sudah dipastikan hilang. Saya pun menelfon pihak bus, dan mereka hanya bisa mengkroscek saja. Saya maklum, barang yang hilang ini adalah hp dan uang. Akan sangat susah untuk melacaknya. Airmata saya sempat menetes sedikit, karena jumlahnya lumayan banyak untuk ukuran anak kos seperti saya. Bayangkan, 140 dollar, 70 RM, 100 ribu rupiah, ditambah BB Bold. Namun saya sudah pasrah dan ikhlas. Mungkin keteledoran saya jugalah yang memicu terjadinya insiden tersebut. Jika tidak ada kesempatan, bb dan uang saya tidak akan mungkin dicuri.

Yang saya rasakan waktu itu adalah, I have to leave this country ASAFP. Yeah, AS SOON AS FUCKING POSSIBLE! Padahal penumpang bis itu hampir semua merupakan penumpang pesawat, yah yang tidak bisa dibilang kekurangan bukan. Miris! Saya hanya bisa berdoa semoga orang yang mengambil bb dan uang saya diberikan hidayah oleh Tuhan. And oh, dear my beloved Chloe, I hope that your new owner gonna treat you well. I'll miss you, my two years old buddy :(



Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
I'm 19 and effing BORED!!
Two Door Cinema Club at Love Garage, how's it going? Huhu it's too bad I can't watch them tonight. So, I repeat their songs for a hundred times. Yeah, like literally. So here I am, alone in my room and I have a lot of things to do. Sigh.


Okay, I admit that I love them



The Tourist History album


God, please let them, err.. I mean Two Door Cinema Club, come to Indonesia again. And I promise, I'll attend their gig! Okay, keep calm guys, and listen to Two Door Cinema Club.



Libellés : , , , ,

0 comment(s)
Post a comment
Am I Different? Truly Different?
Jika ada orang bertanya kepada gue, "how's your life?" rasanya ingin sekali gue berteriak sekencang-kencangnya di depan orang tersebut "HELL NOOOO!!!". Terkadang gue juga bingung, mengapa gue berada di sini. Sebuah tempat antah berantah yang gue pun gatau sebelumnya. Entah suatu kebetulan ataukah takdir gue bisa berada di sini. Kebetulan, karena mungkin ketika sedang SNMPTN gue sedang beruntung. Atau takdir, karena mungkin Tuhan sudah menggariskan gue untuk tinggal di sini.
Seringkali timbul rasa lelah dan capek di dalam diri gue. Mungkin karena gue merasa salah kampus? Atau bahkan salah jurusan? Gue capek terus-terusan berpikir soal politik dan teman-temannya. Membentuk sebuah hipotesis dan menganalisisnya dan semua itu terasa berputar-putar di dalam pikiran gue. Ngambang! Ya ngambang, kalau dianalogiin seperti lele kuning yang mengambang di sebuah jamban, ga tenggelam dan ga mengapung. Entahlah, mungkin hal tersebut dikarenakan semasa SMA gue sudah didoktrin bahwa semua hal itu haruslah logis dan bisa diperhitungkan. Jadi ketika kuliah gue agak susah untuk mengalisis sesuatu yang bentuknya abstrak dan hasilnya bukanlah satu kepastian, namun bisa bermacam-macam hasil. Selain itu, gue sedikit merasa sayang dengan waktu tiga tahun yang selama ini gue buang sia-sia karena susah-susah gue belajar dan mendalami IPA, namun ujung-ujungnya gue harus melupakan itu semua, karena gue saat ini harus mendalami IPS. Bidang yang sangat bertolak belakang sekali bukan?
Monoton. Ya, hal ini sering muncul di dalam benak gue. Kehidupan gue yang begitu-begitu saja, datar. Aktivitas yang gue lakuin pun itu-itu saja. Anggaplah menonton sebuah film yang isinya sebuah monolog, kehidupan gue pun seperti itu. Monoton dan tanpa warna. Terkadang memang ada segaris warna-warna cerah yang muncul, diakibatkan oleh adanya faktor teman dan keluarga di dalam diri gue. Tetapi, gue tetap merasa ada yang kurang. Dan akhir-akhir ini, perasaan tersebut makin sering muncul di dalam diri gue. Lalu, akhir-akhir ini bahkan kepercayaan diri gue seakan anjlok. Temen-temen gue berkata, "Lo berubah banget, kayak bukan lo. Sekarang jadi ga ada semangat, auranya suram, bahkan jarang ngomong. Padahal lo yang dulu tuh bersemangat dan selalu menclak sana menclok sini." Gue bahkan ingin teriak, WHAT THE HELL IS WRONG WITH ME??!! People keep complaining about something different in myself, especially my friends. I want to explain, but honestly, I even don't know what's wrong with me.
Setiap mama gue menelfon, gue selalu berkata "I'm alrite, mom", "Don't worry about me", "I'm fine". Padahal sebenarnya gue membohongi diri gue sendiri. Gue ga mau hal ini membuat gue males-malesan kuliah dan akhirnya mengecewakan mama gue. I'll do anything for you to make you proud, mom :(

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
30 Days Challenges
Day 25 – A photo you took



This is a photo of a lighthouse and a boat in Beras Basah Island, Bontang, East Borneo. I took this photo on July, 9th 2008. My friend, Raaras, would move to Jakarta to continue her high school there. So she held a farewell party in Beras Basah. By looking at this picture, I realize that I really miss the high school time, my hometown, family & BFF :(

Libellés : , , , , , , ,

0 comment(s)
Post a comment
Remembering Sunday
Malam ini belum terlalu larut ketika saya pergi ke supermarket di depan kosan untuk membeli cereal yang kebetulan sudah habis. Baru saja saya memasuki pelataran parkirnya ketika saya melihat sebuah kendaraan yang sangat familiar. Ya, saya sangat mengingatnya ketika kamu memboncengi saya ketika malam itu, sambil melihat bintang yang sangat banyak di langit Jatinangor, tidak seperti biasanya yang hanya muncul satu atau dua saja.

Flashback...
Tengah malam itu tanggal 19 Mei 2010, saya dan kamu masih belum tidur karena kita sedang asik mengobrol via YM dan mengobrol soal pertandingan Barcelona vs Inter Milan yang saat itu sedang berlangsung. Tiba-tiba langsung terbersit ide gila di dalam benak saya. Gimana kalo kita taruhan, dan kamu pun menyanggupinya. Saya menjagokan Inter dan kamu menjagokan klub kesayanganmu, Barcelona. Pertama-tama, saya khawatir akan hasilnya nanti. Dan ternyata, Inter menang saya pun menang taruhan. Sebagai hadiahnya, sesuai kesepakatan, yang kalah harus mentraktir yang menang makan. Setelah pertandingan berakhir, kita tidak langsung tidur, namun malah bercerita seram sampai saya dan kamu ketakutan. Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat hingga waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, saya pun ingin tidur karena ada kuliah siang.

Suatu malam yang dingin sehabis hujan tanggal 29 Mei 2010, tiba-tiba kita sepakat untuk saling mentraktir malam itu. Saya pun bertanya kepadamu, apa kamu ingin makan sushi? Katamu kamu ngidam sushi dari kemarin-kemarin. Akhirnya dengan kegirangan seperti anak kecil yang diberikan permen, kamu mengiyakan sushi. Oke, jam setengah 8 kita ketemu di Jatos. Saya pun mengambil sweater garis-garis kesayangan saya dan celana jins pendek.
Sesampainya di Jatos, kamu sudah menunggu di sana dengan jaket favoritmu, bersender di tiang lobi sambil merokok. Lalu kamu menghampiri dan menyapa saya dengan suaramu yang berat dan serak. Saya pun tersenyum. Kita pun berjalan, menuju ke J2J Sushi Bar. Kamu memesan California Roll dan saya lupa sama pesanan saya hehe. Selagi menunggu, saya meminjam iPhonemu untuk bermain monopoli, dan kamu dengan muka lucu mengajari saya bagaimana cara memainkannya. Lalu, obrolan demi obrolan telah kita lewati, mulai dari sakit kambuhan yang kamu derita, ceritamu ketika tinggal di Moscow, cerita tentang keluargamu, cerita tentang teman-temanmu. Dari caramu menceritakannya, kamu sangat menarik. Tiba-tiba ada teman sekelas saya yang juga ingin makan disitu, Anind, Gege dan satu lagi saya tidak tahu itu siapa. Terkejut melihat siapa yang sedang bersama saya saat itu, sontak naluri kejahilan mereka keluar. Mereka mulai ber-ehem dan ber-lainnya. Saya jadi malu hehe, entah waktu itu muka saya sudah semerah apa.
Ketika pesanan kita sudah datang, kita pun bertukaran saling mengicip sushi masing-masing. Kamu menghabiskan dengan lahap, pipimu yang menggembung karena kepenuhan membuat mukamu jadi semakin lucu. Namun saya belum memakan sushi milikmu, lalu kamu bilang "Habisin dooonnnggg, itu kan spesial hehe". Lagi-lagi saya cuma bisa tersenyum saja supaya tidak salah tingkah. Karena perut saya yang kepenuhan ataukah karena saya salah tingkah, saya jadi tidak menghabiskan sushinya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 10, ketika lampu-lampu di sana sudah dimatikan, hanya ada lampu kuning 5 watt dari meja kasir yang membuat suasananya sedikit yah bagaimana yah saya tidak bisa bilang. Kita pun mengobrol lagi sampai jam 10. Ingin rasanya tetap disitu dan terus mengobrol, namun mau bagaimana lagi. Setelah membayar, kita jalan berdampingan, dan lebih dekat daripada ketika awalnya, sambil bercerita-cerita. Sampai di pelataran parkir, entah mungkin karena kamu tidak tega melihat saya pulang sendirian, kamu pun menawari saya pulang bareng. Dag dig dug. Selama di jalan, saya menyuruh dia melihat ke atas langit, karena langit malam itu penuh sekali dengan bintang. Selama saya di Jatinangor, baru pertama kali saya melihat bintang yang sebanyak itu. Apakah kamu tahu apa yang saya pikirkan saat itu? Saya berpikir andai saja waktu bisa dihentikan, ah tapi tidak mungkin. Lalu kamu bertanya kepada saya "Suka banget ya sama bintang?", saya pun mengangguk mantap. Dia lalu menengok dan tersenyum. Saya suka sekali akan bintang, dan malam itu terasa lengkap sekali melihat langit yang penuh bintang bersama dengan kamu yang lebih menarik daripada bintang.

Kembali ke hari ini, di depan supermarket.
Ketika saya memasuki supermarket, saya melihat kamu sedang berdiri di depan meja kasir. Ketika kamu melihat saya, saya langsung menundukkan muka. Entah kenapa, setiap sekarang ada kamu, saya selalu menundukkan muka tidak berani menatap kamu. Padahal toh kamu juga tidak akan peduli kan mau saya melihat kamu atau tidak. Sengaja saya menunggu kamu keluar dari supermarket itu baru saya ke meja kasir, padahal saya sudah selesai mengambil barang yang saya butuhkan. Saya malah mengingat yang telah lalu, ditambah lagi dengan diputarnya lagu Unintendednya Muse yang menambah galau hati.
Di depan supermarket, saya mendongak ke atas, melihat langit. Tetap tidak seindah yang waktu itu. Mungkin karena sekarang saya melihatnya tidak bersama kamu.

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
if you're gonna be two-faced at least make sure one of your faces is pretty
Terkadang gue bersyukur dengan suatu perasaan yang Tuhan kasih buat gue, yaitu insensitive. Memang sih, jadi orang yang insensitive itu ga enak, suka dibilang cuek lah, ga peduli lah, berantakan lah, what-so-ever. Tetapi in case tertentu, malah insensitive ini yang menolong gue dari keterpurukan.
Jadi, semua ini bermula dari sesuatu hal, ketika gue sedang blogwalking di blog temen gue. Lalu gue mendapati sebuah postingan yang yah lebih baik ga usah gue sebutin disini. Intinya sih menyebutkan ketidaksukaan dia pada gue. Penyebabnya apalagi kalo bukan masalah yang simple, yaitu lelaki. Dan gue merasa hal tersebut sangat bertolak belakang dengan keseharian dia dengan gue. Yang seakan bener-bener baik sama gue. Sontak gue berkata, "Damn you! Uler!". Ups sorry, gue keceplosan.
FYI, kata uler adalah kata yang jaraaaaaaaaaaang banget gue sebut. Even untuk usil-usilan. Karena menurut gue uler memiliki arti kata yang sangat ga etis dan ga baik. Uler adalah sebutan buat seseorang yang bermuka dua.
Dan untungnya, insensitive itu menyelamatkan gue. Setelah beberapa menit emosi, gue berpikir, yaudalah untuk apa sih dipikirin. Masalah begituan aja. Hal itu juga membuat gue tertawa. Kalo misalnya dia begitu, itu tandanya dia kalah dari gue. Dan secara implisit dia takut dan menyadari bahwa gue lebih baik daripada gue. Seperti kata pepatah, sirik tanda tak mampu :p
Sekedar saran sih ya dari gue, seandainya memang lo ga suka sama orang, ngomong langsung di depannya. Jangan malah lo ngomongin di belakang tapi di depannya lo pura-pura baik. It's such a fake. Ngapain sih lo ngelakuin sesuatu yang lo sebenernya ga suka. Lebih baik lo marah-marah langsung dan abis itu lo lega, daripada dipendem sendiri. Average minds discuss events. Small minds discuss people. So, orang yang suka membicarakan orang lain di belakang adalah small-mind-complex. LOL LOL LOL :D She can't be that two faced otherwise she wouldn't be wearing that one. She must get so exhausted putting make-up on two faces each morning. She's that two faced I bet she doesn't know which face to wash in the morning.

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
I`ve Finally Figured Out What High School's All About and I Miss Everything About It
Lagi-lagi badai di Jatinangor *sigh*. Tetapi untung aja hari ini libur, jadi ketika badai gue bisa bersantai dengan nyamannya di kasur gue dengan playlist di iTunes gue yang memutar lagu-lagu kenangan gue.
Then I've just realized that, oh God kenapa ya banyak sekali kenangan-kenangan yang sebenernya ingin sekali gue lupain tetapi malah seakan nempel di otak gue. Gue terkadang lelah stuck dengan suatu moment yang ga bisa gue lupa. Padahal honestly, gue bukan a type of person yang suka stuck terhadap sesuatu karena gue orangnya cenderung cuek.
Gue pun iseng-iseng membuka album foto lama di laptop gue dan kemudian ada suatu perasaan yang seakan memuncah di dalam hati gue. Bilang saja ini rindu, ya mungkin ini rindu.
Dulu, ketika gue masih SMP, gue ingin cepet-cepet SMA. Ketika SMA, gue ingin cepet-cepet kuliah. Yang ada di pikiran gue adalah "bebas, tanpad seragam, bisa main-main". Dan ternyata dugaan gue semua salah. Malah ketika kuliah, jarang sekali ada waktu buat main. Hal itu yang sangat membuat gue kangen akan masa SMA. Memang sepertinya disini dan disana sama saja, tetapi semua kenangannya yang membuat gue ingin kembali ke Bontang lagi lagi lagi dan lagi. Most of us would agree that the days we spent in high school were certainly the best days of our lives. It was in school that we made our first friends, competed to excel, hoped for places in the sports teams, and learned our first lessons about life. Memories come flooding back when I see the pictures and listen to the songs that remind me into my high school time :(

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Homesick








I miss my old friends from my little hometown with tons of fun, Bontang. Ever since we went to the different colleges, we drifted apart. They were like my other halves, part of my life and we were so close. I miss you guys so much :(

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Pray for Indonesia
Hari ini, berita di tv dan timeline twitter sedang diramaikan oleh bencana tsunami mentawai dan meletusnya gunung merapi. Orang-orang yang ga bersalah pun jatuh jadi korban. Hal ini mestinya bisa membuat kita berkaca diri, mungkin semua itu adalah bentuk dari peringatan yang diberikan oleh Tuhan atas kesalahan kita. Bahkan elemen alam pun seakan marah akan perilaku kita. Apa yang harusnya kita lakuin? Mungkin banyak dari kita yang ingin jadi relawan, tetapi susah untuk dilakukan. Cara termudah yang bisa dilakuin adalah menyumbang dan berdoa semoga mereka yang menjadi korbannya diterima di sisiNya dan juga berdoa tidak akan ada lagi bencana-bencana yang terjadi. 123.. Let's pray for a better Indonesia!

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Is It Still There In Your Hands?
Where are you?
Hello? Are you there?
I just wanted to let you know that you took my heart with you.
Though I'm sure you already know that.
We were happy once, we were together. Do you remember?
But now, where am I? Where are you?
I'm not happy anymore.
We were so close, once. Do you remember?
But not anymore.
Or at least, that's the way it seems.
Didn't you say you still wanted to be friends?
I do too.
But you don't talk to me.
I try.
I try to talk to you.
But it's like you're not even there.
You still have my heart with you, you know.
I'm not asking for it back, it's okay.


I miss all the fun times we had and how much we always made each other laugh. I miss seeing you smile at me. I really miss talking to you and the comfort of your friendship. I’m sorry for acting the way I have been. How I just completely shut you out and ignored you then I was a massive bitch. I shouldn’t have done that. I guess I freaked out because you see I liked you. More than a friend you’d say. And well I liked you because you made me feel like I wasn’t invisible. You actually cared about me. You were always so sweet and had a smile on my face constantly.
I loved how we could talk to each other and tell how we felt. I found that I
liked you because we were so much alike but we were even more different. You were such a great friend and you made me happy. But I screwed that up as you can tell. I just wanted to say that I'M SORRY and that I miss you.




Sorry, I really don't want to disappoint you again, I'm afraid to lose you, D. Geryansyah

Libellés : ,

0 comment(s)
Post a comment
High School (Truly) Never Ends
Lots of people think that they're just die to go back to high school and so do I. This is my first year leaving high school and I'm missing it already.


Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
An Hour For Forever
Kali ini lagi-lagi gue dilanda insomnia. Entah karena hawa di Bontang yang tinggi sehingga menyebabkan susah tidur. Tengah malam, gue dan Tiara pun duduk di ayunan rumah gue. Memandangi bintang yang bersinar dan berkerlap-kerlip dengan indahnya. Suatu pemandangan yang bakal jarang gue jumpai di Jatinangor. Tiba-tiba terlintas di pikiran Tiara, "Apa yang kamu lakukan jika kamu diberikan kesempatan 1 jam saja bersama dia?". Tenggorokan gue serasa tercekat. Tapi, tiba-tiba langsung terlintas suatu hal di pikiran gue. "Aku pingin dia duduk di depanku selama itu, dan sudah diam saja". That's it! Membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Dan setelah 1 jam itu gue harus sudah lupa. Oh God, andai aja ada kesempatan buat memiliki an hour for forever sama dia. It'll be the saddest part of the story.

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Thank You. You May Leave Me, But You're Still My Friend
Thank you. Thank you for continuing to ask what was wrong, even when I refused to tell you. Thank you for caring. Thank you for listening. Thank you for all those short or long conversations that we had. Thank you for playing the Question Game with me when I was bored out of my mind. Thank you for not laughing when I told you the stupidest thing I’ve done. Thank you for everything you’ve done for me. Thank you for not telling. I owe you so many.

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
This Is The Saddest Movie I've Ever Seen


The first-aid-kit you must have when you watch this movie:

1. A box of tissue
2. Waterproof mascara or no make-up for more safe
3. A comfortable sofa
4. Another box of tissues
5. Probably up-beat music for recovery

I'm not, kidding. I'm serious, this is the saddest movie I’ve ever seen. I'm not a sad or emotional or hyper-sensitive person, but I cried.

Libellés : ,

0 comment(s)
Post a comment
It's All I Can Say To You
я буду скучать без тебя
я буду скучать без тебя
я буду скучать без тебя
я буду скучать без тебя
я буду скучать без тебя

I hate that feeling, when you feel hungry, but you don't want any food you see, and you can't figure out what food you want, and you don't think it even exists, but then you realize that what you want is to see the person you're missing.
There's nothing more I can say. I miss you :(

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
I'll Always Be Your Little Daughter, Dad
Dad, how are you today? It’s been 2 month since we’ve talked. It was my birthday, but you didn’t even call me. Me miss you here :(

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
Someone I Need To Let Go, Or Wish I Didn’t Know.
Dearest A.Y., I just wish I didn't know you. I just wish that I didn't ever love you. I just wish that I never waste my 5 years to think about you. I just wish I didn't always think of you before I fall asleep. I just wish that I could erase the words you said, the way you looked, the things we laughed about, and the silent moments we shared. I need to stop looking at your page when I miss you. I need to stop looking at your pictures with her. I need to stop being a stalker. I need to stop signing in YM hoping that you will talk to me. If only I could.

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment


---------------- Older Posts -----------------