ep·i·gram·ma [n]
1. Any witty, ingenious, or pointed saying tersely expressed.
2. A brief, interesting, memorable, and sometimes surprising or satirical statement.


2 Hours and 2 Glasses of Javachip Frapuccino
Namanya Nyala. Saya mengenal dia setahun lalu, ketika iseng-iseng saya mengunjungi blog miliknya. Saya terpukau dengan tulisan-tulisan dan juga foto-foto yang menghiasi tiap tulisannya.

Dimulai dari mengobrol kecil di chatbox dan juga social networks, kami pun menjadi dekat. Satu hal yang mendekatkan kami adalah, kami sama-sama suka dengan fotografi. Saya belajar darinya, begitu pula dia. Kami saling bertukar ilmu dan tertawa bercanda. Selain itu, kami pun sama-sama suka dengan alam. Berada di alam terbuka, melihat langit biru yang membentang, mendengar kicauan burung-burung yang seakan bernyanyi, melihat pancaran cahaya matahari yang menyeruak masuk dari sela-sela dedaunan.

Akhirnya, kami pun merencanakan untuk bertemu. Awalnya terbersit rasa takut di benak saya. Saya takut jika Nyala bukanlah seseorang seperti yang ada di bayangan saya selama ini. Mungkin memang wajar, karena saya hanya mengenal dia sebatas dunia maya.

Saat itu, di suatu tempat.

Saya duduk di sebuah coffee shop. Sengaja, saya memilih tempat duduk di sebelah jendela supaya saya bisa melihat orang-orang yang berseliweran dan melihat interaksi mereka antar satu sama lain.

Ketika sedang asyik memperhatikan orang-orang tersebut, ada sebuah sentuhan halus yang terasa di pundak saya. Saya pun menoleh, dan wow, ada seorang wanita yang tersenyum manis. "Prilly, ya?" Sapa dia.

Kemudian tanpa malu-malu dia menjulurkan tangan kirinya. Saya memperhatikan Nyala yang saat itu memakai blus warna hijau tosca dan jeans biru. Benar-benar kombinasi warna yang sangat bagus, dan terlihat sangat kontras dengan kulit Nyala yang putih.

Tiba-tiba saya terkejut, Nyala ternyata memiliki keterbatasan fisik. Ia memiliki satu tangan dan satu kaki, yang membuat dirinya harus berjalan menggunakan kruk setiap saat.

Nyala pun duduk di depan saya. Dua gelas javachip frapuccino pun jadi teman kami berdua dua jam itu. Dua jam yang terasa sangat singkat karena diisi dengan obrolan yang sangat menyenangkan. Mulai dari fotografi, alam, musik, berita terkini, sampai mimpi pun jadi pengisi obrolan saat itu.

Saya kagum pada Nyala. Keterbatasan fisiknya tidak menjadi hambatan baginya untuk terus bermimpi dan berusaha. Dia seakan bisa segalanya. Dan keterbatasan fisiknya tidak membuat dia malu untuk bergaul dengan orang lain. Dari dialah saya belajar bahwa seseorang tidak boleh berhenti bermimpi walaupun apa yang terjadi. Karena selalu akan ada cara untuk mencapai mimpi tersebut jika kita memang benar-benar berusaha.

Nyala, kamu adalah wanita yang hebat. Sungguh. Dan saya bersyukur sekali bisa kenal denganmu, walaupun diawali dengan kejadian yang tidak diduga. I owe you so much, Nyala!

Libellés : ,

0 comment(s)
Post a comment
Komunitas 3 Jam
Do you remember about my projects that I've said in my previous post? Salah satu project yang saat itu saya tulis adalah "membuat komunitas film dan musik indie di kampus. Komunitas tersebut ga cuma sekedar gathering, namun bakal diadain bedah film, diskusi dan sharing. Sedikit demi sedikit, massa untuk membuat komunitas tersebut sudah mulai lumayan jumlahnya. Selain temen-temen, kami juga (rencananya) mengajak salah seorang dosen yang cukup berjiwa indie."

Project: checked!

Yang berarti, event pertama dari komunitas film tersebut telah lancar diselesaikan. Dan yang ga diduga, ternyata respon dari teman-teman sangatlah bagus. Pada event pertama kemarin, yang membedah film berjudul Persepolis, mereka sangat antusias mendengarkan narasumber dan ikut berdiskusi. Btw, komunitas film tersebut bernama Komunitas 3 Jam. Mengapa harus 3 jam? Karena acara kita rencananya akan selalu berdurasi 3 jam, selain itu komunitas ini dibentuk pada tanggal 3/11/2011.

If you wanna know more about us, just click this. Dan jika kamu berdomisili di Jatinangor, kamu bisa datang ke event Komunitas 3 Jam, dimana kamu ga akan sekedar nonton, tetapi juga mendapatkan ilmu dan nilai-nilai dari film yang akan dibahas saat itu. Gratis!




Terimakasih atas kedatangannya ya teman-teman, walaupun ga semua yang hadir ada di foto ini. Ditunggu lagi kehadirannya di event berikutnya.

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
Where Does The Sun Go?












All the people, so many people. And they all go hand in hand, hand in hand through their parklife.

P.S.: Taken by me, Octopus PN911 & Kodak 200



Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
Every Good Wish on Your Wedding Day, Wendut
I know it's kinda late, but saya ingin mengucapkan Happy Wedding to my beloved bestfriends, Wenita dan Candra.

Seperti kata seorang teman saya,


We had a real good time together weny.. Now you are someone's wife, we wont do crime-idiot things anymore, but I feel so thankful for the moment we spent, for the laugh we did, for the love we share, and for the friendship we create.. -Raaras Tulandaru Permana


Yap, apa yang dibilang Raaras sangat sangatlah benar. Rasanya baruuu aja kemarin saya kenal sama Weni. Main bareng, nangis bareng, ketawa bareng. Eh sekarang dia sudah nikah aja hehehe. FYI, Wenita Tri Hastari atau yang biasa saya panggil Wendut adalah sahabat sekaligus kakak sekaligus partner-in-crime saya sejak SMP. Sedih senang kita lalui bersama, bahkan sampai ke bangku kuliah. Kebetulan dia kuliah di STP Bandung dan saya di Unpad, jadi setiap ada waktu luang saya mengunjungi kos dia di Bandung. Entah sekedar melepas kangen, nginep, main, atau gara-gara mau ke rumah sakit hehehe. Ketika suatu saat dia bilang pada saya akan balik ke Bontang untuk menikah, DAAANGGG... hati saya pun terasa dipukul palu. Sekarang, setiap saya ke Bandung, saya pasti teringat Wendut.

Okay, saya akan sedikit flashback...

Dulu saya sempat tinggal di BSD dan memiliki tetangga yang bernama Bias. Dia ini anak yang sangat nakaaaaaaaallllll sekali. Hampir tiap hari sepulang saya sekolah (ketika masih SD kelas 1) saya selalu menangis. Karena rumah kita berdekatan, jadi kita selalu naik bis sekolah dengan jalur yang sama. Dari situlah dia selalu mengusili saya, entah memukul, mencubit, menarik rambut saya, dll. Maklum saya waktu itu masih polos jadi tidak bisa memberikan perlawanan apa-apa dan malah menangis.

Bias memiliki kakak laki-laki bernama Candra. Hal terbodoh yang paling saya ingat dari Candra adalah ketika SMP, dia pernah nekat terjun dari lantai dua rumahnya menggunakan handuk. Gara-gara dia pernah melihat sebuah tayangan di tivi yang menunjukkan bahwa sang superhero terjun dari lantai atas menggunakan parasut. Mungkin karena tidak ada parasut maka dia menggunakan handuk kali ya. Satu RT pun langsung heboh dengan berita ini. Saya pun selalu bingung jika mengingat kejadian tersebut, bingung antara kasihan atau ingin tertawa. LOL :D

Ketika saya kelas 5 SD, saya pindah dari BSD ke rumah saya yang sekarang ini. Lalu, beberapa tahun kemudian saya mengenal Wendut. Ketika suatu saat sehabis jogging bersama, saya menyempatkan main ke rumah Wendut. Lalu saya melihat sosok laki-laki yang dulu pernah saya kenal dan ingat akan errr... kebodohannya. Ya, ternyata laki-laki itu adalah Candra. Saya pun kaget melihat tetangga saya dulu ada di rumah Wendut. Usut punya usut, ternyata Candra adalah pacar Wendut. Saya pun terheran-heran dan berpikir, wah dunia ini kecil sekali ya rupanya.

Tahun demi tahun berlalu, tidak terasa sudah lima tahun Wendut dan Candra berpacaran. Hubungan tersebut pun tidak selalu berjalan mulus. Terkadang ada berantem, salah paham, kecemburuan, tapi wajar karena itu merupakan bagian dari hidup. Bulan Desember 2010 kemarin mereka memutuskan untuk menikah pada bulan Maret 2011. Wah saya sempat shock loh sebenarnya, karena merasa terlalu cepat untuk Wendut yang masih muda. Tapi tidak apa-apa, kalau memang Wendut sudah siap lahir dan batin yaa why not.

Saya pun browsing tiket pesawat tujuan Balikpapan untuk bulan Maret, dan harganya selangit. Saya pun bimbang, ingin minta uang orang tua namun saya tidak enak karena bulan Januari saya sudah ke Surabaya dan bulan Februari saya ke Singapore. Akhirnya muncul tekad bahwa saya harus menabung untuk membeli tiket. Dengan susah payah saya menyisihkan uang bulanan saya dan voila! Terkumpullah uang sebesar satu juta untuk membeli tiket pesawat PP Jakarta-Balikpapan. Dan, di sinilah saya, duduk di kursi di dalam gedung Wijaya Kusuma PKT menunggu giliran untuk memberikan sebuah lagu spesial untuk sahabat saya.


(left to right): Tiara, me, Anggie, Wendut



(left to right): Anggie, Tiara, Pipin, me



(left to right): Luddy, Rhazie, Ijul (Wendut's brother), Raaras, Candra, Wendut, Anggie, Pipin, Tiara, me



Dear Wenita and Candra, love is a dream shared by two. Marriage is the joy of the dream coming true. May married life fulfill your dreams! Congratulations for you both!


P.S.: Ketika saya memeluk Wendut, saya speechless. Saya ingin menangis bahagia merasakan kebahagiaan Wendut.
P.P.S.: Ketika duduk, saya tersadar, "Geez, temen gue udah ada yang nikah. Berarti gue udah tua. Berarti... Berarti... Berarti...". Dan saya langsung merasa tua sejak saat itu. LOL :D




Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Another Side Of A Boy's Room


Hari ini, beramai-ramai gue dan teman-teman pergi ke salah satu kosan temen gue di Jatinangor. Kosan cowo lebih tepatnya. Sesampainya disana, banyak sekali hal yang baru gue tau dari mereka, selain dari kondisi kamar mereka yang super berantakan.

GOOD THINGS #1
Gue menemukan The Body Shop tantalising lip butter di kamar Awan dan The Body Shop moringa body butter di kamar Iqbal.

Reaksi gue pertama kali ketika melihat barang tersebut. WTF?! Kedua barang tersebut gue temukan ada di atas kasur, di antara barang-barangnya yang berserakan. Dari sini gue mengambil kesimpulan, secuek-cueknya cowo, pasti mereka tetep care sama badan mereka sendiri. Bukan berarti hal tersebut banci, tetapi apa salahnya sih kalo cowo ngerawat diri mereka. Asal kan masih dalam konteks yang wajar.


GOOD THINGS #2
Gue menemukan barang-barang yang colorful di kamar Awan dan Iqbal.

The fact is, ga semua cowo suka warna gelap. Biarpun dalam keseharian mereka suka make baju warna gelap dan ga rame, tetapi mereka juga suka warna-warna colorful loh. Contohnya, setelah gue selidikin, Awan demen banget warna kuning. Just same as the girls kan :p


GOOD THINGS #3
Gue menemukan banyak binatang peliharaan disana.

Bahkan hampir setiap kamar punya peliharaan. Terbukti, bahwa sesangar-sangarnya muka cowo, ternyata mereka penyayang. Bisa dilihat dari gimana perlakuan mereka ke binatang peliharaan mereka.


GOOD THINGS #4
Solidaritas yang tinggi

Yah, so far asik sih. Mereka sampe bikin kaos bareng lah, sering futsal bareng lah, agak sedikit beda sama kosan cewe yang terkadang ada yang ansos. Mereka bener-bener rame dan kekeluargaan.


THE WORST THING!
All things are not in their place!

Sangat sangat sangat berantakan!!!!!!!!!!! Celana dalam yang tergantung di jendela, kasur yang ga pake seprei, WC yang belum disikat, dll. Ewwww... That's soooo gross!!!

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
if you're gonna be two-faced at least make sure one of your faces is pretty
Terkadang gue bersyukur dengan suatu perasaan yang Tuhan kasih buat gue, yaitu insensitive. Memang sih, jadi orang yang insensitive itu ga enak, suka dibilang cuek lah, ga peduli lah, berantakan lah, what-so-ever. Tetapi in case tertentu, malah insensitive ini yang menolong gue dari keterpurukan.
Jadi, semua ini bermula dari sesuatu hal, ketika gue sedang blogwalking di blog temen gue. Lalu gue mendapati sebuah postingan yang yah lebih baik ga usah gue sebutin disini. Intinya sih menyebutkan ketidaksukaan dia pada gue. Penyebabnya apalagi kalo bukan masalah yang simple, yaitu lelaki. Dan gue merasa hal tersebut sangat bertolak belakang dengan keseharian dia dengan gue. Yang seakan bener-bener baik sama gue. Sontak gue berkata, "Damn you! Uler!". Ups sorry, gue keceplosan.
FYI, kata uler adalah kata yang jaraaaaaaaaaaang banget gue sebut. Even untuk usil-usilan. Karena menurut gue uler memiliki arti kata yang sangat ga etis dan ga baik. Uler adalah sebutan buat seseorang yang bermuka dua.
Dan untungnya, insensitive itu menyelamatkan gue. Setelah beberapa menit emosi, gue berpikir, yaudalah untuk apa sih dipikirin. Masalah begituan aja. Hal itu juga membuat gue tertawa. Kalo misalnya dia begitu, itu tandanya dia kalah dari gue. Dan secara implisit dia takut dan menyadari bahwa gue lebih baik daripada gue. Seperti kata pepatah, sirik tanda tak mampu :p
Sekedar saran sih ya dari gue, seandainya memang lo ga suka sama orang, ngomong langsung di depannya. Jangan malah lo ngomongin di belakang tapi di depannya lo pura-pura baik. It's such a fake. Ngapain sih lo ngelakuin sesuatu yang lo sebenernya ga suka. Lebih baik lo marah-marah langsung dan abis itu lo lega, daripada dipendem sendiri. Average minds discuss events. Small minds discuss people. So, orang yang suka membicarakan orang lain di belakang adalah small-mind-complex. LOL LOL LOL :D She can't be that two faced otherwise she wouldn't be wearing that one. She must get so exhausted putting make-up on two faces each morning. She's that two faced I bet she doesn't know which face to wash in the morning.

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Stupid Conversation About Breasts That Leads Me To My Highschool Memories


LOL this night, I have a conversation with my old friend, Tiara. We talk about our stupid moments at high school and about a-pair-of-something-that-women-always-have-that-looks-like-a-mountain. It such a shameful yet funny conversation hahaha.







After that, we shared our old photos. Damn you, Tiara!!!! My face looks awful in that picture. Yaaah as you know, the photo was taken from a long time ago. By looking at these old photos, I realize that I really miss the junior high and highschool time :(

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
Sweet Escape To A Place Called Garut
These are what we do for our Eid Adha, sweet escape to Garut. Yeaaaaayyy!!!!

DESTINATION #1
Rumah Satrio, Rancaekek

Gue, Pretty, Heny, Rizma dan Meita adalah sekumpulan perantau yang pada idul adha kali ini tidak pulang ke rumah masing-masing. Akhirnya, karena kasihan melihat kita yang terlunta-lunta sendiri di Jatinangor, Pretty mengajak kita semua ke rumah pacarnya, Satrio. Senang banget laaaaahhhh, akhirnya ga perlu lebaranan sendiri di kosan tanpa makan hehehe :D






DESTINATION #2
Situ Cangkuang, Garut

Situ Cangkuang menurut dari yang gue baca di museumnya, Situ adalah candi dan Cangkuang adalah nama buah, sejenis nangka tetapi bentuknya seperti jagung. Situ Cangkuang adalah destinasi terdekat dari Jatinangor, sekitar 2 jam perjalanan. Viewnya keren, cuma sayang pas kemarin ke sana, hawanya agak panas.


Ini nih candinya


Candinya terletak di sebuah pulau di tengah danau. FYI, danaunya banyak buayanya loh biarpun cetek, sekitar 1.5 m. Jadi kita mesti nyebrang naik rakit bambu.


Ini nih rakitnya



Ngedayungnya masih manual banget gitu. Kasian ya mamang-mamangnya :(



Yeaaayyy!! Sampaaaiiii


Gue baru tau ada objek sejarah yang sebagus ini di dekat-dekat tempat gue sekarang. Mungkin karena publikasi tentang tempat ini masih kurang kali ya. Hal yang sangat disayangin banget.


DESTINATION #3
Pemandian Air Panas Darajat, Garut

Wuah.. Gue ngiranya pemandian air panas ini bakal sama kayak yang di Ciater, Subang. Tapi ternyata bedaaa banget. Di sini ada waterboomnya, dan letaknya bener-bener di puncak gunung. Jadi pas siang-siang kita baru nyampe dan menjejakkan kaki keluar dari mobil, BRRR... dinginnya naujubilah ga nahaaannnn. Jika kita membuka mulut, bakal ada asap yang keluar. Berasa lagi di salju aja hehehe padahal itu siang jam 1 loh.


Huaaahh.. It's sooo relaxing



Green green grass


Sayang banget gue disini cuma celup-celup kaki aja. Gara-gara awalnya kita ga nyangka bakalan kesini, jadinya gue ga bawa kolor dan daleman. Tetapi, pemandangan gunung-gunung, kebun teh, cemara yang ada di sekitar sini udah sangat bikin puas kok.


DESTINATION #4
RM. Cibiuk, Garut

Wah, rumah makan ini terkenal banget. Sampe banyak testimoni-testimoni dari Farah Quinn dan Bondan Winarno yang pernah datang kesitu. Katanya, kalo ke Cibiuk harus nyobain sambel Cibiuknya yang khas banget. Akhirnya ketika temen gue pesen, dan gue penasaran nyobain (padahal gue ga doyan sambel). Cuma setetes sambel aja dan huh hah huh haaahhhh gue sukses kepedesan! Disini gue memesan gepuk yang katanya enak. Daaan ternyata memang enak banget loh teman-teman. I recommend this for you!


DESTINATION #5
Cijapati, Bandung

Cijapati adalah sebuah jalan yang membelah gunung. Ukuran jalannya juga ga nanggung-nanggung, keciiiil banget. Tetapi viewnya jangan ditanya, SUPER! Kebun teh yang luas, jadi terlihat seperti permadani. Pohon pinus dan cemara dan juga kabut yang tebal. Ketika gue ngeluarin tangan gue dari dalam mobil, ga sampe 5 menit tangan gue ga bisa merasakan apa-apa saking dinginnya. Kata Satrio yang sudah sering lewat situ, di Cijapati ini hampir ga pernah ada matahari bersinar. Paling banter ada matahari sedikit sampe jam 10 pagi, setelah itu dingin yang benar-benar dingin.


Anyway, happy Eid Adha Mubarak, everyone :)

Libellés : , , , ,

0 comment(s)
Post a comment
You Used To Be My Crush :p


It suddenly passes on my mind, so I tweet something stupid. Then, I realize there's someone that retweet my tweet and asks something to me. He used to be my crush when the beginning of college. But now, he's close to someone and I feel better when we're just friends. Okay forget about it, but ppsssttt... honestly I feel a little bit happy inside :p

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Stranger Than Fiction
Sometimes, strangers are nicer. -Bendot Rahadi


Beberapa minggu yang lalu, ketika gue sedang suntuk sehabis mengerjakan tugas, gue pun mencoba bermain-main dengan aplikasi yang kayaknya udah bertahun-tahun membusuk di laptop gue karena ga pernah dipakai. Yap! MIRC, sebuah aplikasi untuk chatting dengan strangers di luar sana, bisa untuk cari kenalan, jualan barang dan bahkan saat ini aplikasi tersebut ramai dengan penjualan diri :p Iseng-iseng, gue sign in di MIRC dengan memakai screen name "karen-o", vokalis dari Yeah Yeah Yeahs. Tujuan gue sih bukan apa-apa ya, just for fun aja. Ketika itu, gue sedang asik membalas shout-shout yang masuk di last.fm gue ketika ada seseorang yang menyapa gue di MIRC. Screen namenya "Benraawr". Wah, sounds cool nih namanya, itu yang pertama ada di pikiran gue ketika membaca screen namenya. Dan yang membuat gue senang, hal yang pertama dia tanya ke gue adalah "Karen O? Suka Yeah Yeah Yeahs?". Gue kira dia bakal kayak orang-orang lain yang hanya menchatting sekedar "asl pls", "boleh kenalan", dan segala macam pertanyaan yang kalau gue tulis ga etis untuk dibaca. But, trust me, gue ga akan ngeladenin pertanyaan macam begitu.
Ok, back to the topic, akhirnya sampai pada pertanyaan seputar perkuliahan. Dan ketika gue tanya, dia menjawab "Gue kuliah di ITB, kampus seberang". Wah seumur-umur dari dulu gue chatting di mirc, gue ga pernah tuh nemuin yang wajar biar dikit. Kan tau sendirilaah social network seperti itu rawan penipuan. Dan gue make sure kalau dia bener-bener ga boong. Obrolan demi obrolan berlanjut. Sampai akhirnya pada malam ini gue iseng-iseng ngechat dia via fb, awalnya sih minta tolong buat komenin tugas Filsafat gue. Kan dia orangnya tipe-tipe idealis gitu nih kayaknya, sasaran empuk buat dimintain komen hehe. Dan akhirnya obrolan pun berlanjut lagi ngalor ngidul sampe pagi. Mulai dari ngomongin buku, foto, film, manga, musik, idealisme, sastra, travelling, tempat hip di bandung, dll. Sampai gue menarik suatu garis merah dari obrolan kita tadi, we both have many similarities. Nah loh? Dalam hal apa nih? Mulai dari hobi foto-foto ya, terus hobi nonton film horor, sama-sama ga suka nonton film ngasal made in indonesia, sama-sama suka musik yang ga mainstream, sama-sama mengutuk anak-anak masa kini yang hanya mengatasnamakan solidaritas hingga muncul plagias dan imitasi. Dan you know what, ternyata dulu rumah kita sedaerah. Whatta coincidence kan yaa. LOL.
Okay, biarpun gue ga pernah ketemu face-to-face sama dia, tetapi dari kalimat-kalimat yang dia lontarkan, gue bisa tau kalo dia tipe-tipe orang yang asik dan bukan tipe orang yang menye-menye lenje-lenje. Tetapi orang yang straight to the point. Jarang-jarang gue bisa deket sama orang yang bahkan gue temuin dari sebuah social network yang bahkan dulu gue jadiin bahan lucu-lucuan sama temen-temen gue. Seperti yang dia bilang, sometimes strangers are nicer. Thanks a bunch, Ben, kalimat-kalimat lo sedikit banyak sudah menyadarkan gue bahwa semua yang ada di dunia ini bener-bener ga akan bisa diprediksiin :)

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Homesick








I miss my old friends from my little hometown with tons of fun, Bontang. Ever since we went to the different colleges, we drifted apart. They were like my other halves, part of my life and we were so close. I miss you guys so much :(

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
See You On The Next 5 Years



Yeaayy, hari ini gue dan teman-teman datang ke Pasar Seni ITB 2010. Acara ini digelar 5 tahun sekali, jadi sayang buat dilewatkan. Banyak banget hambatan mau datang kesana, mulai dari kesiangan, Pretty yang lagi sakit, males, diare dan puncaknya kita mesti jalan kaki dari Gasibu sampe Ganeca saking macetnya. Disana, banyak lukisan-lukisan yang menarik perhatian gue. Tetapi gue benci overpopulatednya. Sampe-sampe mau nikmatin acaranya pun ga bisa saking padetnya. But, congratulations to the committee, because Parsen ITB 2010 was soooo great!

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
A Short Conversation In My Russian Class
Heny: Zdratvuyste! Dobroe utro!

Me: Zdratvuyste! Dobroe utro!

Heny: Kak vas zavut?

Me: Minya zavut Prilly. Kak vas zavut?

Heny: Minya zavut Heny. Gje veu zhivyote?

Me: Ya zhivu ve Jatinangor. Kak dela?

Heny: Kharasho. Spasiba :)

Me: Das svidanya, Heny.

Heny: Das svidanya, Prilly.



Russian is really fun to learn, eventho it's a little bit hard. But, as always, fuck the grammar. I hate the-stupid-grammar-thingy!

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
High School (Truly) Never Ends
Lots of people think that they're just die to go back to high school and so do I. This is my first year leaving high school and I'm missing it already.


Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Before - After

Tiara Risky Fabriandani




Rasydah Mulia



Resty Gustianingsih



Alvintari Amalya Safitri



Syamsiah Ambo



Yuliana Sari Rumpoko



Wenita Tri Hastari



Me. Oh crap!



As the time goes by, the faces have changed, but don't EVER change your personalities, BFFs! Tetaplah jadi makhluk songkolo sampai kapanpun. I love you :*

Libellés : ,

0 comment(s)
Post a comment
Back To The Childhood




Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
An Hour For Forever
Kali ini lagi-lagi gue dilanda insomnia. Entah karena hawa di Bontang yang tinggi sehingga menyebabkan susah tidur. Tengah malam, gue dan Tiara pun duduk di ayunan rumah gue. Memandangi bintang yang bersinar dan berkerlap-kerlip dengan indahnya. Suatu pemandangan yang bakal jarang gue jumpai di Jatinangor. Tiba-tiba terlintas di pikiran Tiara, "Apa yang kamu lakukan jika kamu diberikan kesempatan 1 jam saja bersama dia?". Tenggorokan gue serasa tercekat. Tapi, tiba-tiba langsung terlintas suatu hal di pikiran gue. "Aku pingin dia duduk di depanku selama itu, dan sudah diam saja". That's it! Membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Dan setelah 1 jam itu gue harus sudah lupa. Oh God, andai aja ada kesempatan buat memiliki an hour for forever sama dia. It'll be the saddest part of the story.

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment
Thanks A Bunch For Today!
Whatta really nice Thursday with them all, Teh Astri, Teh Tya & Kang Oxie.

Libellés : , , ,

0 comment(s)
Post a comment
Desire Or Obsession?
1. Menjadi mahasiswi FSRD ITB
Entah kenapa dari dulu gue pingin sekali menjadi salah satu mahasiswi di ITB. Sempat berganti-ganti jurusan. Dulu sih, gue menganggap masuk ITB adalah sebuah pride tersendiri buat gue. Pertamanya, ingin masuk ke Teknik Nuklir. Dan, apa tanggapan orang tua gue? "Nanti kalo masuk nuklir itu bisa mandul blablabla". Okay, alasan orang tua gue yang ini cukup membuat gue takut dan ciut, sehingga mengurungkan niat gue buat masuk ke sana. Kemudian, tercetuslah Teknik Pertambangan & Perminyakan, karena emang dasarnya gue suka sama hal yang berbau Fisika dan Kimia begitu. And then, orang tua gue bilang "itu nanti kerjaannya bakalan berat loh. Kalo kamu sudah nikah gimana? Apalagi kalo kerjanya nanti yang di tengah laut itu". Yah, again and again masalah gender. Sebenernya gue sih nyantai aja, toh masalah kerjaan kan urusan nanti. Yang penting gue enjoy kuliahnya. Tapi ujung-ujungnya gu mikir, kalo tanpa persetujuan orang tua ya ga afdol juga lah ya, biar gimanapun kan yang bayarin tetep orang tua. Akhirnya gue memutuskan FSRD ITB! Jeng.. Jeng.. Gue emang ga bakat gambar sih, semuanya ada di dalam otak dan gue bisa bayanginnya, tapi untuk mengutarakan dan menggambarkan dengan tangan itu yang susah. Dari tahun kemarin gue pingin banget masuk FSRD ITB. Dikarenakan gue telat daftar USM tahun kemarin, gue pun batal. Tahun ini pun begitu. Yah, sepertinya cita-cita gue buat masuk FSRD ITB pun pupus sudah.

2. Jago menyanyi, menggambar, balet dan semua alat musik
Bukan cuma sekarang, hal ini sudah ada di benak gue dari dulu waktu kecil. Maklum lah ya, waktu kecil kan masa-masa produktif tuh segala macem dicobain tanpa ada rasa takut dan malu. Nyokap gue emang dasarnya tipe yang all-the-things-you-can-do-BUT semua yang gue lakuin harus ada manfaatnya buat gue. Dan gue emang dasarnya dari dulu tertarik banget sama hal-hal yang artsy. Segala macam les gue jabanin, mulai dari les vokal, les balet, les piano, les gambar. Nah, sekarang ternyata semua masalah berakar pada satu hal yang eksistensinya bener-bener kerasa di dalam diri gue. This laziness is killing me!! Dan semuanya berdampak sama gue. Andai aja dulu gue ga males-malesan dan berhenti tiba-tiba, mungkin yang tertulis di atas itu bisa terjadi.

3. Berbisnis
Kalo yang satu ini, seenggaknya udah keliatan sih. Motivasi gue adalah, biar gue bisa dapet duit sendiri. Jadi gue ga ngerepotin orang tua gue. Udah gue banyak banget lagi kebutuhannya. Dari gue SD, memang orang tua gue sudah ngebiarin gue berbisnis. Dasar mungkin otak gue otak duit, apa aja yang bisa gue make over, bakal gue make over dan gue jual. Ini nih pengalaman gue yang lucu banget. Jaman gue kelas 3 SD, mami gue punya temen nah temennya ini dikenalin ke gue. Dia itu punya butik. Kalo dulu kan jamannya bocah-bocah demen banget pake aksesoris rame gitu ya. Alhasil gue minta modal dari mami gue, terus duitnya gue puterin buat beli aksesoris, terus gue utak atik dikit, terus gue kasih label dan VOILA! Gue jualin ke temen-temen, kakak kelas & guru-guru gue. Laku keras, bok. Gila itu gue jaman masih bocah banget. Kalo sekarang, gue ada plan buat bikin online shop, barang-barangnya diambil dari thrift shop, terus dirombak lagi. Dan kita kasih brand sendiri. Jadi barang-barangnya juga ga bakalan ada yang ngembarin. Doain aja bisnis gue dan temen-temen gue ini sukses ya.


I'm a human too, jadi ga menutup kemungkinan buat punya keinginan-keinginan macam begini kan. Muluk-muluk sih kedengerannya. But, if there's a will there's a way. Ga menutup kemungkinan keinginan-keinginan gue itu bisa terjadi.

Libellés : , , , ,

0 comment(s)
Post a comment
You Guys Are Part Of My Life, And It's A Big Pleasure For Having You All
I know I'm not diligent as Wenita Tri Hastari, as creative as Tiara Risky Fabriandani, as clever as Alvintari Amalya Safitri, as easy-going as Syamsiah Ambo, as beautiful as Resty Gustianingsih, as funny as Yuliana Sari Rumpoko and my voice isn't melodious as Rasydah Mulia. But yet, I'm glad that I can make you laugh and being a part of you, guys!

Libellés : , ,

0 comment(s)
Post a comment


---------------- Older Posts -----------------