ep·i·gram·ma [n] 1. Any witty, ingenious, or pointed saying tersely expressed. 2. A brief, interesting, memorable, and sometimes surprising or satirical statement. |
I'm A Nighthawk and They Save Me #6
![]() It's already weekend for you all, but not for me. Even on the weekend I have to do a lot of assignments *sigh*. Yeah, welcome mid-test week! By the way, a lot of songs too that accompany me this night, here they are. Lady of The Sunshine - Home Sweet Home Firekites - Autumn Story The Whitest Boy Alive - Burning Meg and Dia - Dreams Like Ocean Paper Route - Enemy Among Us Tahiti 80 - 1000 Times The Album Leaf - Falling From Sun Azure Ray - Sleep Gregory and The Hawk - Oats We Sow Joanna Newsom - Sprout and The Bean Beck - Everybody's Gotta Learn Sometimes Oh by the way, my friends told me that Tahiti 80 will perform on Kampoeng Jazz. FYI, Kampoeng Jazz is an event which held by Law Faculty of Padjadjaran University,. A year ago, they invited MYMP as one of their performers. And nooowwww, it'll be Sabrina and Tahiti 80 (not confirmed yet). I don't know Sabrina but I really wanna see Tahiti 80 because when they held their concert in Indonesia several years ago, I couldn't watch them. And they are really great. Oh God please please please let them come here! ![]() Libellés : assignment, college, event, music, songs 0 comment(s)
Post a comment
Write Them Like You Imagine
Kuliah di jurusan HI membuat saya banyak belajar. Ya, belajar menulis dan menghargai karya tulis orang lain. Awalnya sebelum saya kuliah, saya tidak terbiasa menulis secara terstruktur seperti yang diwajibkan ketika di kampus. Makanan saya sehari-hari hanyalah tugas Fisika, Kimia, Matematika dan Biologi yang satu nomor saja bisa menghabiskan kertas berlembar-lembar. Saya hanya bisa menulis lepas, seperti saat menulis di blog ini. Apa yang ada di pikiran saya, langsung saya tulis apa adanya. Saya juga bukan seorang yang berjiwa puitis, yang bisa mengolah kata demi kata sederhana menjadi sebegitu indahnya. No no, saya basically tidak suka menulis secara formal dan dipaksa.Namun, setelah memasuki kerasnya kehidupan perkuliahan, lambat laun saya pun membiasakan tangan dan otak saya untuk sinkron dalam menghasilkan kalimat dan paragraf. Awalnya pasti sangat berat, secara saya tidak pernah terbiasa untuk menulis. Saya pun memenuhi tugas saya dengan saduran dari buku atau internet. Pokoknya, tugas saya kala itu sangat tidak mencirikan seorang mahasiswa. Footnote, runningnote, maupun endnote pun jarang saya cantumkan. Sehingga essay saya pun banyak yang mendapat nilai pas-pasan ketika awal kuliah. Titik balik saya menyadari pentingnya menulis dan menghargai karya tulis orang lain adalah ketika semester dua, seorang dosen saya berkata "Saya tahu kalian enggan untuk menulis. Namun, mau tidak mau kalian akan terus berkutat dengan hal ini. Satu hal yang bisa kalian lakukan adalah, membiasakan diri." Dari situ saya mulai berlatih menulis, dan salah satu ladang latihannya adalah di dalam blog ini. Saya juga berandai-andai, jika saya berada di dalam posisi seorang penulis yang tulisannya saya copy tanpa mengcredit dirinya, tentu saja kesal adalah hal pertama yang akan saya rasakan. Untuk mendapatkan buah tulisan itu harus mengadakan penelitian, riset, dan penulisan yang mungkin butuh waktu yang tidak instan, namun malah ada oknum yang dengan sengaja mengcopy dan VOILA... Dalam waktu bahkan kurang dari sejam, jadilah sebuah essay. Sejak saat itu pun saya membiasakan diri menggunakan footnote, runningnote, endnote dan referensi. Saya memang bukan seorang yang expert di dalam hal tulis-menulis, namun saya akan memberikan sedikit tips menulis berdasarkan pengalaman saya dan yang saya dapat ketika ada pelatihan jurnal. 1. Munculkan niat dan kemauan. 2. Buat kerangka pemikiran. 3. Jangan menganggap menulis merupakan hal yang susah. Anggap saja seperti kalian menumpahkan isi pikiran ke dalam blog. 4. Jangan membuat essay yang terlalu based on theories. Masukkan juga pendapat kalian dan analogi pemikiran. 5. Jangan lupa footnote, runningnote, atau endnote. Kalau tidak kalian akan dianggap melakukan plagiasi. 6. Jangan langsung menyadur sebuah kalimat utuh dari sebuah referensi. Lakukan parafrase! So, keep trying, readers :) ![]() Libellés : assignment, college, tips, writing 0 comment(s)
Post a comment
I'm A Nighthawk, And They Save Me #7
Okay, it's almost 1 AM already, and I still awake. It's not because I don't want to sleep. But, I have to finish Diplomatic and Consular Law (ass)ignment. Oh crap! But thanks God, you save me. In the middle of my confusion, I have a stupid-midnight-chat with Ben. Yeah, once again, stranger, thank you. You always have something that surprised me.![]() ![]() Here's a list of down-tempo songs that accompany me this night: ![]() 1. Lostprophets - Always All Ways (Apologies, Glances And Messed Up Chances) 2. Lipstik Lipsing - Early Express 3. Karen O and The Kids - Hideaway 4. In Gratitude - Delirious 5. Club 8 - Love In December 6. The Field Mice - Between Hello and Goodbye 7. Death Cab for Cutie - Tiny Vessels 8. Copeland - Coffee 9. Bat for Lashes - Sad Eyes 10. Arctic Monkeys - Only Ones Who Know 11. The Submarines - Brightest Hour 12. The Trees and The Wild - Kata 13. The View - Face for The Radio 14. Azure Ray - Sleep 15. Coeur de pirate - C'était salement romantique Good night. Wish you'll have a really good day tomorrow :) Libellés : assignment, insomniac, music, night, nighthawk, playlist 0 comment(s)
Post a comment
Escapism Is A Best, Easiest and Cheapest Way To Escape From Boredom
![]() Why escapism? Yeah, lately I often don't concentrate when I'm on my class and while I'm doing something. It feels like there's something that going to explode from myself. Maybe it just because this week is sooo over limit. There are a pile of tasks, papers, articles, and this week is the midtest week. Even when the weekend I still have to think about the tasks. So when I'm on my class, I always imagine about the holidays, beaches, hiking, etc. Could I have a holiday trip without have to think about the tasks? I need holidaaaayyyy :( Libellés : assignment, bored, college, holiday 0 comment(s)
Post a comment
Don't (Waste) The Papers
![]() This is what I do for my Environment in International Relations midtest. I choose an issue about Papers. Did you know that paper is made from trees? Did you know that 24 trees should be felled every day to make 1 ton of paper? In fact, 1 ton of paper is just to fulfill the need of paper in the UK. Imagine, how many trees that felled each day? As we know, the tree has a very important function for humans. We as the youngsters shall think about the solutions, what we can do to reduce the use of paper. One of them that easy to do, is the 3R which is reuse, reduce and recycle. Let's start from now and save trees in the world! Libellés : assignment, environment, green thought, midtest 0 comment(s)
Post a comment
Dimanakah Kemahaan Mahasiswa?
Dahulu kala, ketika ada seseorang bertanya, "Wahai X, apa pekerjaanmu?" dan seseorang itu menjawab "Saya adalah seorang MAHASISWA". Dengan tekanan pada intonasi ketika bibir berkata mahasiswa. Mahasiswa identik dengan sekumpulan muda-mudi yang memiliki kemampuan menangkap ilmu di atas rata-rata hingga ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mahasiswa identik dengan embel-embel "MAHA" dari siswa, entahlah kita mengartikannya sebagai artian denotasi ataukah konotasi.Mahasiswa identik dengan para pemikir-pemikir dan pejuang-pejuang bangsa yang idealis dan berjuang tanpa titik darahnya. Mahasiswa yang mengatasnamakan keadilan dan mulai berani mengeluarkan opini-opini skeptis terhadap negaranya, tidak lagi hanya tertunduk layu melihat sesama saudaranya diperlakukan tidak adil. Mahasiswa yang dilabeli dengan embel-embel penelitian, ilmiah, politik, opini, ide dan intelek. Bocah-bocah tanggung pun terkadang berharap, andai Einstein pernah menciptakan mesin waktu maka ingin rasanya menjadi mahasiswa sekarang juga. Tetapi sekarang, keadaan itu seakan berbalik 180 derajat. Seperti sebuah mesin di pabrik yang lama-lama berkarat, kemahaan mahasiswa pun seiring dengan berjalannya waktu semakin terkikis habis dan membuat miris. Entah karena mahasiswanya yang berpikir ideal ataukah memang sebenarnya tidak ada jiwa kemahasiswaan di dalam tubuh mahasiswa tersebut? Jadi, dia adalah seorang mahasiswa yang berstatus mahasiswa tetapi masih memiliki jiwa layaknya seorang siswa. Mahasiswa jaman sekarang bagaikan sebatang kayu yang sudah disiram minyak tanah, tinggal sekali sulut dan BRRRSSHHH.. habis terbakar. Lihatlah di televisi, beribu-ribu mahasiswa di negeri ini berlomba-lomba mengeluarkan opini-opini darinya yang mengatasnamakan idealisme. Mereka menuntut keadilan di negeri ini seakan mereka yang paling pintar karena mereka maha dari siswa, padahal ilmu politik pun belum mereka kuasai dengan baik karena mereka sama-sama masih belajar. Opini demi opini dari mahasiswa tersebut bermunculan seperti penyakit yang mewabah. Yang membuat hati semakin miris, ketika mahasiswa itu beropini dan berpendapat untuk kepentingan dirinya sendiri, kelompok, maupun segelintir kaum-kaum berdasi yang menyokong mereka dari belakang. Yang membuat hati semakin miris, ketika mereka mulai berani bertindak sesuai dengan egonya yang tinggi, untuk menyalurkan emosi dan nafsu mereka. Mereka membakari gedung, melihat temannya yang sesama mahasiswa ditembak oleh aparat, lalu mereka yang katanya maha dari siswa yang pasti sudah diajari untuk tidak berbuat bathil malah menusuk aparat dengan golok. Bayangkan, bagaimana perasaan orang tua mahasiswa itu ketika melihat anaknya berada di tengah ladang kelam dari demonstrasi? Bagaimana perasaan keluarga dari aparat yang dibunuh begitu saja? Apakah yang dilakukan mahasiswa tersebut bisa memperbaiki negeri ini? Tidak, yang terjadi adalah semakin carut-marutnya keadaan negeri ini. Oleh karena itu, yang patut kita pertanyakan adalah, dimanakah kemahasiswaan mahasiswa saat ini? Be careful what comes out of your mouth, your mind and your actions! Libellés : assignment, college, mind, random 0 comment(s)
Post a comment
The Music Is On The Europeans Hands
Eropa adalah merupakan suatu benua yang memiliki sejarah yang unik dan sangat kompleks. Saya memiliki keingintahuan yang sangat besar terhadap benua Eropa dan negara-negara yang berada di dalamnya, karena berbagai peristiwa yang sangat krusial di dunia ini umumnya terjadi di sana. Benua Eropa terdiri atas 50 negara berdaulat, 7 daerah dependensi dan otonom, 4 negara dengan pengakuan yang terbatas dan 2 negara yang tidak diakui. Dengan banyaknya negara yang terdapat di Eropa, melatarbelangi keberagaman budaya yang ada. Saya juga sangat tertarik terhadap kebudayaan Eropa yang sangat beragam. Mulai dari musik, film, seni dan teater. Terdapat rasa keunikan tersendiri ketika menikmati hal tersebut. Di Eropa, terjadi titik perkembangan musik di dunia. Saat upacara gereja, masyarakat Eropa di beberapa negara tertentu suka menyanyikan lagu-lagu. Musik gereja tersebut berkembang dan menyebar di seluruh Eropa dan musik instrumental maju dengan pesat, dengan munculnya biola dan cello. Pada zaman pertengahan, musik tidak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi juga digunakan sebagai sarana hiburan. Pada zaman Renaissance, musik memiliki arti khusus sebagai lambang percintaan ataupun keperwiraan. Saat itu, berkembang pula alat musik piano dan organ. Pada zaman Baroque, musik sudah memiliki sisi ornamentik berupa improvisasi spontan. Komponis-komponis pada zaman Baroque adalah Bach dan Haendel. Pada zaman klasik, sisi ornamentik dari musik mulai dibatasi kemudian mulai mengenal istilah crescendo, decrasscendo, accelerando dan ritarteando. Komponis-komponis pada masa ini adalah Haydn dan Mozart. Pada zaman Romantique, masyarakat mulai menganggap bahwa musik juga digunakan untuk mengungkapkan perasaan, oleh karena itu mulai digunakan dinamika dan tempo. Komponis pada masa itu adalah Beethoven, Schubert dan Chopin. Dan saat ini adalah zaman modern, di mana saat ini tidak mengenal batas-batas karena kemajuan teknologi sehingga masyarakat pun ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas. Zaman ini pun masyarakat lebih berani mengeksplorasi alat-alat musik, mulai dari yang tradisional sampai modern, seperti synthesizer. Komponis yang terkenal zaman ini adalah Claude Debussy yang lagu-lagunya digunakan sebagai soundtrack film Twilight. Apa yang kita bayangkan saat mendengarkan Phoenix, Kings Of Convenience, Jens Lekman, Sigur Rós, Massive Attack, Coldplay, Muse, Regina Spektor, Björk dan Two Door Cinema Club? Pasti musik yang unik, ear-catchy dan aksen yang sedikit menggelitik telinga. Coba jika dibandingkan dengan musik-musik mainstream yang umumnya berasal dari Amerika, terasa cukup berbeda. Bagi saya, musik-musik European saat ini sudah sangat berkembang pesat. Mulai dari yang bergenre folk, indie, alternative, electronic, post-rock, ambient, shoegaze dan lain sebagainya. Mereka menyajikan musik-musik yang tentunya tidak mainstream. Mungkin karena Eropa yang multikultural sehingga mereka dapat menciptakan sebuah musik yang merupakan perpaduan-perpaduan dari berbagai macam aliran yang ada. Misalnya, Sigur Rós yang memadukan musik ambient yang menenangkan dengan musik folk. Ia pun tidak takut-takut memasukkan unsur kebudayaan Islandia, dengan memakai bahasa Islandia di hampir seluruh lagunya dan menggunakan alat musik tradisional Islandia yaitu harmonium, langspil dan fiðla. Biarpun terkadang saya suka kebingungan dengan arti lagunya, tetapi itu tidak mengurangi minat saya untuk mendengarkannya. Bagi masyarakat Eropa, hadirnya penyanyi dan band European sangat menguntungkan bagi mereka. Mereka bisa berbangga hati karena musik European selain sebagai wadah penampung kreativitas masyarakat Eropa, juga sebagai alat untuk memperkenalkan budaya di Eropa, yang anggun dan klasik. Dengan adanya musik European, negara-negara tersebut pun akan semakin dikenal di kancah dunia. Hasil penjualan kaset-kaset dan royalti-royalti menjadi devisa untuk negara di Eropa. Hal tersebut bukan saja akan menguntungkan pemerintahnya, tetapi juga akan menyejahterakan rakyatnya. Entah mengapa, musik-musik European yang bahasanya terdengar “aneh”, aksennya ketika mengucapkan bahasa Inggris yang terdengar “unik”, kostum-kostum mereka yang “out of the box” menjadi daya tarik bagi mereka. Biarpun terkadang musik-musik European tidak bisa menembus pasar musik Amerika yang notabene adalah tolak ukur kesuksesan seorang penyanyi ataupun band, tetapi masyarakat dunia masih bisa mengenal mereka. Dengan majunya teknologi, semakin memudahkan masyarakat-masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitasnya dan juga haus akan informasi. Begitu juga penyanyi dan band tersebut. Bisa kita lihat di website www.last.fm , jumlah listener musik-musik European bisa dibilang cukup banyak. Bahkan, mereka pun terkadang memberikan bonus free mp3 di website tersebut agar semakin memudahkan para pendengar yang ingin menikmati musik mereka. Tanggapan-tanggapan dari para pendengar pun juga positif bahkan sampai ada yang menjadi groupies penyanyi ataupun band tersebut sampai-sampai mereka akan menghadiri dimanapun mereka menggelar konser, menunjukkan bahwa mereka mengapresiasikan dengan baik musik-musik dari mereka. Berbagai konser amal juga pernah diadakan oleh pemerintah-pemerintah di Eropa. Selain untuk menggalang dana kemanusiaan untuk bencana-bencana, namun sebagai ajang untuk memperkenalkan musik Eropa ke seluruh dunia. Lambat laun, musik-musik European pun akan semakin dikenal oleh dunia. Hal tersebut memberikan sebuah goresan unik di antara segala keragaman yang ada, dalam hal ini adalah musik. Ketika semua orang berlomba-lomba menciptakan musik-musik R n B, disco, pop, yang mudah dilupakan dan semakin terlarut oleh “Americans enjoy uniformity in a way that the British don't. They wanted everybody of a sort of nice chorus line height” seperti quote yang dikutip dari Jeremy Irons, para European malah mencampur adukkan segelintir genre dan menciptakan keindahan nada yang unik. Perpaduan antara modernitas dan keklasikan budaya Eropa yang anggun tetapi memabukkan bagi siapa saja yang mendengarkannya. Libellés : assignment, europe, life, mind, music, random 0 comment(s)
Post a comment
Heart-to-Heart Conversation
Nurani? Apakah itu nurani? Hati nurani mewakili Tuhan. Ia menitipkan hati nurani kepada kita, makhluk yang katanya memiliki akal, agar kita tidak berbuat semena-mena terhadap sesama. Lihatlah, betapa baiknya Tuhan kita, memberikan kita panca indera sekaligus hati nurani agar kita tidak tersesat dalam perjalanan kita di dunia. Tapi, adakah kita pernah bersyukur? Segala tindak tanduk perbuatan kita pun terkadang tidak mencerminkan manusia yang memiliki akal dan juga nurani. Bahkan, zaman sekarang manusia pun bertindak lebih keji daripada binatang yang tidak memiliki nurani. Kita itu kotor, seperti setetes debu diantara jelaga. Hitam, kotor dan tidak ada artinya. Memiliki mata, tetapi penglihatannya buta, sehingga salah dalam melangkah. Memiliki telinga, tetapi digunakan untuk mendengarkan gonjang-ganjing manusia dan fitnah belaka. Memiliki hidung, tetapi digunakan untuk mencium aroma-aroma serong. Memiliki lidah, tetapi digunakan untuk mengadu domba dan bicara fitnah. Memiliki jari, tetapi tangan itu selalu digunakan untuk mengocok kartu-kartu bergambar as, sekop, waru dan wajik, kartu remi. Memiliki kaki, tetapi digunakan untuk melangkah ke dalam jurang yang berisi setan-setan berkedok topi miring, chivas dan whisky. Memiliki akal, tetapi kelakuan seperti tukang jagal. Memiliki hati, tetapi keras, sekeras besi hingga tak ada artinya lagi. Nurani, maafkan aku selama ini tidak mengindahkanmu. Nurani, bahkan kau adalah kekuatan yang sangat sangatlah kecil, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan, yang menitipkanmu pada diriku. Padahal untuk mengatasimu saja aku masih tak sanggup, apalagi melawan Tuhan. Kapan tibakah waktu itu, ketika aku, kamu, dan kita semua bisa menyingkirkan jauh-jauh nafsu setan? Kapan tibakah waktu itu, ketika aku, kamu, dan kita semua menjadikan nurani sebuah pedoman dalam bertindak? Entahlah aku pun tak tahu. Libellés : assignment, life, mind, random 0 comment(s)
Post a comment
|