ep·i·gram·ma [n] 1. Any witty, ingenious, or pointed saying tersely expressed. 2. A brief, interesting, memorable, and sometimes surprising or satirical statement. |
Europe? Yes, Someday!
Ya, saya sudah sangat lama menginginkan untuk bisa menginjakkan kaki di benua ini, Eropa. Untuk mengobati kekecewaan saya yang tidak jadi berangkat kuliah di Jerman, saya pun sempat mengikuti les Deutsch di salah satu lembaga bahasa di Jatinangor. Tekad saya waktu itu adalah, saya HARUS mengikuti student exchange ataupun summer school di Jerman. Namun, dikarenakan jam lesnya yang pagi (8 am) saya pun bisa dibilang sering melewatkan waktu lesnya. Dan karena jarang masuk maka ketika tes, saya mendapatkan nilai hanya 45. Ah crap! Akhirnya saya pun berhenti dari les Deutsch dikarenakan jadwal kuliah saya yang full dan saya yang notabene agak (sangat) pemalas.Kekecewaan dan penyesalan saya pun terobati karena saya sampai saat ini mengambil mata kuliah pilihan Bahasa Rusia. Seperti umumnya mahasiswa Hubungan Internasional, kami diharuskan untuk menguasai bahasa lain selain Bahasa Inggris. Pilihannya adalah Bahasa Arab, Bahasa Perancis, Bahasa Jerman, Bahasa Mandarin dan Bahasa Rusia. Dan dari lima bahasa tersebut yang beruntung saya pilih adalah Bahasa Rusia. Yay! Mengapa saya memilih bahasa Rusia yang notabene susah? Karena masih sedikit orang yang bisa berbahasa Rusia dan lembaga yang menyediakan lesnya pun masih jarang. Maka saya memberanikan diri mengambil Bahasa Rusia. And it's not really that bad, seperti yang dikatakan orang-orang bahwa Bahasa Rusia itu horor, no no I think it's not like that. It's kinda fun dan ketika belajar, diam-diam saya suka tersenyum geli di balik buku Rusia saya. Saya bukan gila tetapi yang membuat saya tersenyum geli adalah pronounce bahasanya yang lucu dan belibet. Sehingga melihat sepuluh orang di kelas mengulang-ulang melafal satu kata pun membuat saya tertawa. Meskipun begitu, sampai saat ini saya masih tetap memiliki obsesi untuk menguasai Bahasa Jerman. Minimaaaaal saja, mengantongi sertifikat A2. Lalu setelah lulus kuliah, saya akan mengikuti program au pair ke Jerman dan berlibur ke negara-negara Eropa lainnya. Belanda, UK, Prancis, Spanyol, Rusia, Romania, yeah... Someday. Oh, andaikan mewujudkan sebuah mimpi sama gampangnya dengan mengeluarkan dan melontarkannya dari mulut. Oh, andai... ![]() Libellés : europe, someday I will, wish 0 comment(s)
Post a comment
It's Because I Dare
Sedari dulu saya selalu bercita-cita untuk pergi ke Eropa. Bukan hanya karena kebanyakan negara-negara di benua Eropa merupakan negara yang maju. Namun, banyak sekali alasan yang menjadikan Eropa sebagai destinasi tujuan pertama saya ketika someday sudah memiliki uang yang cukup, dan setelah saya berkeliling Indonesia juga tentunya. Pertama, karena saya tertarik akan sejarah Eropa. Seperti yang kita tahu, bahwa hampir sebagian besar peristiwa dunia terjadi dan dimulai dari Eropa. Kedua, arsitektur bangunan di Eropa yang masih bergaya medieval. Ketiga, saya suka dengan tempat-tempat yang dingin. Keempat, saya suka salju dan karena saya belum pernah mendapatkan kesempatan untuk pergi ke negara yang memiliki empat musim, sampai sekarang saya masih penasaran dengan bentuk salju itu sendiri. Apakah lembut seperti kapas? Ataukah kasar seperti es serut? Jika ditanya, negara Eropa manakah yang sangat ingin kamu kunjungi? Tentu saja Jerman, Iceland dan Rusia. Jerman, karena saya ingin mencapai mimpi saya untuk melanjutkan sekolah kedokteran di sana. Namun harus kandas, karena masalah saya yang masih manja. Iceland, karena di sana suasananya masih sangat alami sekali dan terasa sangaaaat damai. Rusia, karena saya suka sejarah, arsitektur bangunannya dan juga boneka matryoshka. Oleh karena itu, saat ini saya sedang mengambil konsentrasi Bahasa Rusia di dalam satu mata kuliah saya. Seperti yang terjadi di kehidupan normal, jika ada keinginan pasti mau tidak mau ada juga hambatannya. Banyak sekali orang yang tersenyum kecut dan meremehkan ketika mendengar keinginan saya tersebut. Mereka bilang "kamu kan manja, mana bisa traveling jauh-jauh sendirian", "emang kamu punya uang?", "udah lah, kita tuh kerja terus nikah aja. Ga usah mikir muluk-muluk" dan banyak sekali timpalan-timpalan lainnya. Saya sih untungnya bukan tipe orang yang sensitif dan langsung berkecil hati setelah mendengar perkataan-perkataan seperti itu. Namun sebaliknya, dengan adanya timpalan meremehkan tersebut saya semakin terpacu untuk menunjukkan pada mereka. Bahwa saya yang bukan apa-apa suatu saat akan bisa meraih impian tersebut. No matter how hard it is. Anyway, apakah kamu tahu ada tiga tipe manusia yang ada di bumi ini? Yang pertama, manusia yang memiliki banyak mimpi dan berusaha keras untuk meraihnya. Yang kedua, manusia yang memiliki banyak mimpi namun pesimis kemudian membuang mimpi-mimpinya dan mencari sesuatu yang lebih real. Yang ketiga, manusia yang memiliki mimpi namun hanya disimpan sendiri dan dia pun tidak berusaha apa-apa. And, I will be the first kind of person, who will pursue her dreams no matter what they've said. I know, I'm just an ordinary girl, but I have ability, mind, skill and I dare to dream something really big. So, don't afraid to dream high! And if you want something in life, reach out and grab it. :) ![]() ![]() ![]() Libellés : dream, europe, wish 0 comment(s)
Post a comment
Dreams Of A Dreamer #3
Kota mana yang akan lo pilih untuk kunjungi jika lo tiba-tiba dapat uang jatuh dari langit misalnya sebesar $1.000.000.000.000.000.000.000.000? Jika lo bertanya hal itu ke gue, maka inilah jawaban gue.1. Bonn, Germany Karena dulu gue nyaris melanjutkan kuliah di sana, tetapi karena satu dan lain hal akhirnya plan itu dibatalkan. Maka, sampai sekarang pun gue masih curious dengan yang namanya Bonn. And I really wanna meet my old-childhood-mate, Natasha Kiemel. Bonn terkenal dengan pemandangannya yang sangat indah dan cuacanya yang juga sangat bersahabat. ![]() 2. Moskva, Russia Zdratvuiyste (Hello in Russian)! Russia khususnya, bagi gue memiliki pesona yang unik. Kesannya angkuh tetapi menarik. Banyak peristiwa sejarah bagi Eropa bahkan dunia terjadi di sana. Lebih khususnya lagi, karena gue suka arsitektur bangunan di sana, band post-rocknya, bahasanya yang unik, kamera-kamera old Soviet dan boneka Matryoshka. Oleh karena itu, gue mengambil mata kuliah bahasa Rusia. Doakan gue dapat straight A ya (soalnya susaaahhh). ![]() 3. Christchurch, New Zealand Salam tempel hidung (yang dilakukan oleh suku Maori ketika bertemu)! Sudah tau jugalah pasti kenapa gue pingin ke sana. Bukan cuma karena banyak film yang bersetting di sana, tetapi murni karena keindahan naturalnya. Kata temen gue di Christchurch, South Island, tempatnya memang benar-benar amazing. Padang rumput, danau yang jernih sampai ke dasarnya, hutan pinus, pegunungan bersalju. Wow, it'll be great to visit this place. Dan insya allah pada bulan Juni 2011, gue dan temen-temen bakal backpackeran ke sana. Doakan semoga lancar dan ga ada halangan apapun ya. ![]() 4. Dubai, United Arab Emirates Perkembangan ekonomi, kemajuan negara yang sangat pesat membuat kota ini ingin gue kunjungi. Bangunannya yang menjulang, pulau buatannya, ckckck mengundang decak kagum. 5. Tokyo, Japan Alasan gue tidak lain dan tidak bukan adalah, mengunjungi saudara gue di sini! Hahaha :D ![]() 6. Bora-Bora Island, Polynesia Just google it out, then you'll be amazed! This is the best island in the world. ![]() ![]() 7. Raja Ampat, Papua The best diving place in Indonesia! ![]() 8. Mt. Semeru, East Java ![]() Okay, soon soon :p Libellés : dream, europe, germany, holiday, indonesia, japan, new zealand, russia, trip, UAE, wish 0 comment(s)
Post a comment
The Music Is On The Europeans Hands
Eropa adalah merupakan suatu benua yang memiliki sejarah yang unik dan sangat kompleks. Saya memiliki keingintahuan yang sangat besar terhadap benua Eropa dan negara-negara yang berada di dalamnya, karena berbagai peristiwa yang sangat krusial di dunia ini umumnya terjadi di sana. Benua Eropa terdiri atas 50 negara berdaulat, 7 daerah dependensi dan otonom, 4 negara dengan pengakuan yang terbatas dan 2 negara yang tidak diakui. Dengan banyaknya negara yang terdapat di Eropa, melatarbelangi keberagaman budaya yang ada. Saya juga sangat tertarik terhadap kebudayaan Eropa yang sangat beragam. Mulai dari musik, film, seni dan teater. Terdapat rasa keunikan tersendiri ketika menikmati hal tersebut. Di Eropa, terjadi titik perkembangan musik di dunia. Saat upacara gereja, masyarakat Eropa di beberapa negara tertentu suka menyanyikan lagu-lagu. Musik gereja tersebut berkembang dan menyebar di seluruh Eropa dan musik instrumental maju dengan pesat, dengan munculnya biola dan cello. Pada zaman pertengahan, musik tidak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi juga digunakan sebagai sarana hiburan. Pada zaman Renaissance, musik memiliki arti khusus sebagai lambang percintaan ataupun keperwiraan. Saat itu, berkembang pula alat musik piano dan organ. Pada zaman Baroque, musik sudah memiliki sisi ornamentik berupa improvisasi spontan. Komponis-komponis pada zaman Baroque adalah Bach dan Haendel. Pada zaman klasik, sisi ornamentik dari musik mulai dibatasi kemudian mulai mengenal istilah crescendo, decrasscendo, accelerando dan ritarteando. Komponis-komponis pada masa ini adalah Haydn dan Mozart. Pada zaman Romantique, masyarakat mulai menganggap bahwa musik juga digunakan untuk mengungkapkan perasaan, oleh karena itu mulai digunakan dinamika dan tempo. Komponis pada masa itu adalah Beethoven, Schubert dan Chopin. Dan saat ini adalah zaman modern, di mana saat ini tidak mengenal batas-batas karena kemajuan teknologi sehingga masyarakat pun ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas. Zaman ini pun masyarakat lebih berani mengeksplorasi alat-alat musik, mulai dari yang tradisional sampai modern, seperti synthesizer. Komponis yang terkenal zaman ini adalah Claude Debussy yang lagu-lagunya digunakan sebagai soundtrack film Twilight. Apa yang kita bayangkan saat mendengarkan Phoenix, Kings Of Convenience, Jens Lekman, Sigur Rós, Massive Attack, Coldplay, Muse, Regina Spektor, Björk dan Two Door Cinema Club? Pasti musik yang unik, ear-catchy dan aksen yang sedikit menggelitik telinga. Coba jika dibandingkan dengan musik-musik mainstream yang umumnya berasal dari Amerika, terasa cukup berbeda. Bagi saya, musik-musik European saat ini sudah sangat berkembang pesat. Mulai dari yang bergenre folk, indie, alternative, electronic, post-rock, ambient, shoegaze dan lain sebagainya. Mereka menyajikan musik-musik yang tentunya tidak mainstream. Mungkin karena Eropa yang multikultural sehingga mereka dapat menciptakan sebuah musik yang merupakan perpaduan-perpaduan dari berbagai macam aliran yang ada. Misalnya, Sigur Rós yang memadukan musik ambient yang menenangkan dengan musik folk. Ia pun tidak takut-takut memasukkan unsur kebudayaan Islandia, dengan memakai bahasa Islandia di hampir seluruh lagunya dan menggunakan alat musik tradisional Islandia yaitu harmonium, langspil dan fiðla. Biarpun terkadang saya suka kebingungan dengan arti lagunya, tetapi itu tidak mengurangi minat saya untuk mendengarkannya. Bagi masyarakat Eropa, hadirnya penyanyi dan band European sangat menguntungkan bagi mereka. Mereka bisa berbangga hati karena musik European selain sebagai wadah penampung kreativitas masyarakat Eropa, juga sebagai alat untuk memperkenalkan budaya di Eropa, yang anggun dan klasik. Dengan adanya musik European, negara-negara tersebut pun akan semakin dikenal di kancah dunia. Hasil penjualan kaset-kaset dan royalti-royalti menjadi devisa untuk negara di Eropa. Hal tersebut bukan saja akan menguntungkan pemerintahnya, tetapi juga akan menyejahterakan rakyatnya. Entah mengapa, musik-musik European yang bahasanya terdengar “aneh”, aksennya ketika mengucapkan bahasa Inggris yang terdengar “unik”, kostum-kostum mereka yang “out of the box” menjadi daya tarik bagi mereka. Biarpun terkadang musik-musik European tidak bisa menembus pasar musik Amerika yang notabene adalah tolak ukur kesuksesan seorang penyanyi ataupun band, tetapi masyarakat dunia masih bisa mengenal mereka. Dengan majunya teknologi, semakin memudahkan masyarakat-masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitasnya dan juga haus akan informasi. Begitu juga penyanyi dan band tersebut. Bisa kita lihat di website www.last.fm , jumlah listener musik-musik European bisa dibilang cukup banyak. Bahkan, mereka pun terkadang memberikan bonus free mp3 di website tersebut agar semakin memudahkan para pendengar yang ingin menikmati musik mereka. Tanggapan-tanggapan dari para pendengar pun juga positif bahkan sampai ada yang menjadi groupies penyanyi ataupun band tersebut sampai-sampai mereka akan menghadiri dimanapun mereka menggelar konser, menunjukkan bahwa mereka mengapresiasikan dengan baik musik-musik dari mereka. Berbagai konser amal juga pernah diadakan oleh pemerintah-pemerintah di Eropa. Selain untuk menggalang dana kemanusiaan untuk bencana-bencana, namun sebagai ajang untuk memperkenalkan musik Eropa ke seluruh dunia. Lambat laun, musik-musik European pun akan semakin dikenal oleh dunia. Hal tersebut memberikan sebuah goresan unik di antara segala keragaman yang ada, dalam hal ini adalah musik. Ketika semua orang berlomba-lomba menciptakan musik-musik R n B, disco, pop, yang mudah dilupakan dan semakin terlarut oleh “Americans enjoy uniformity in a way that the British don't. They wanted everybody of a sort of nice chorus line height” seperti quote yang dikutip dari Jeremy Irons, para European malah mencampur adukkan segelintir genre dan menciptakan keindahan nada yang unik. Perpaduan antara modernitas dan keklasikan budaya Eropa yang anggun tetapi memabukkan bagi siapa saja yang mendengarkannya. Libellés : assignment, europe, life, mind, music, random 0 comment(s)
Post a comment
It's Just A Dream, But Someday It'll Come True
Pagi-pagi gue kebangun dan menyadari kalo semalam gue mimpi aneh. Begini ceritanya, dulu pas pertengahan semester, gue sempet dapat tawaran beasiswa sekolah politik di Russia. Sempet daftar, udah nelfon-nelfon segala ke PIPK Russianya. Nah, tapi lagi-lagi cita-cita gue buat study overseas mesti kandas. Gara-garanya, Russia itu jauh sekali. Orang gue yang di Jatinangor aja masih suka homesick, gimana lagi disana. Tiba-tiba, gue mimpi, ada telfon ke hp gue. Nah ternyata dari PIPK. Ngasihtau kalo gue bakalan berangkat kesana sebulan lagi. Oh Gosh udah mau loncat-loncat gue rasanya saking senengnya. Cklek.. Telfonnya gue matiin. Loh tiba-tiba gue kebangun dan posisi gue megang hp. Sampe bangun-bangun gue langsung ngecek hp gue, beneran ada panggilan masuk dari PIPK ngga, soalnya itu mimpinya kayak beneran. Yah, tapi sayangnya pas gue cek, ternyata emang ga ada. Okay, right now mungkin itu cuma mimpi. Tapi bakal jadi pacuan buat gue untuk selalu belajar jadi gue bisa study overseas kayak yang selama ini gue cita-citakan. Wish me luck ya!Libellés : college, dream, europe, life, russia, wish 0 comment(s)
Post a comment
Autumn Monologue
![]() An awesome photo taken in a village near Moscow, Russia. Taken by: Pindonta Sembiring Brahmana Edited by: Me Libellés : europe, life, photo, russia 0 comment(s)
Post a comment
Places I Want To Visit
![]() And Dubai. And Bonn. And Stockholm. Oh Geez, someday I will. I'll visit them as my visits as the part of consulate. Amen Libellés : dream, europe, life, wish 0 comment(s)
Post a comment
Dreams of A Dreamer #2
Gue dan Nat sedang berada di dalam kereta yang akan membawa gue ke Hamburg untuk mengunjungi teman kita, Nia. Sudah masuk spring di sini, Ketika gue mengintip ke jendela, gue melihat sang matahari mengintip dengan malu-malu dari balik awan. Spektrumnya sedikit demi sedikit menyinari mata gue. Gue pun mengambil kamera untuk memoto-moto pemandangan di luar yang luar biasa indahnya. Rencananya, gue, Nat dan Nia akan berlibur keliling Europe menggunakan visa pelajar kita. Denger-denger sih bakalan ada sedikit potongan harga. Okay, see you in Paris, peeps :)Libellés : europe, germany, life, spring 0 comment(s)
Post a comment
If A Door Is Closed, Another Is Opened
Dari dulu gue pingin banget tinggal di Jerman. Entah kenapa, gue tertarik banget sama kebudayaannya, bahasanya, teknologinya, dll. Gue paling pingin tinggal di Bonn, dulu adalah ibukota dari Jerman Timur. Di sana udaranya seger banget, rasanya kayak bernafas lagi setelah menghirup berbagai kepenatan di kota ini.Dan, gue bener-bener happy banget ketika nyokap gue nyetujuin gue buat ngelanjutin sekolah di sana. Gue, stainly dan Nat udah janjian bakal kuliah bareng di sana. FYI, Stainly itu salah satu temen gue, beda sekolah sih. Kalo Nat itu sahabat deket gue dari kecil, tapi sekarang dia pindah ke Jakarta. Nama panjangnya Natassa Kiemel. Sundanese, Javanese, dan ada sedikit darah Jerman. Gue rencananya ambil molecular medicine, Nat ambil art, dan Stan ambil teknik. Nyokap gue nyetujuin gara-gara biaya kuliah di Jerman itu gratis, cuma tinggal biaya hidup per-bulan aja. Semua urusan surat-menyurat, visa pelajar, paspor, dll udah diurusin sama om gue yang tinggal di Jakarta. Sampe gue udah ngurusin ke kantor DAAD Jakarta. Feels like, I'm the most happiest person in this world. Sampe pada akhirnya nyokap ngomong sama gue. Berbelit-belit sih, tapi pada intinya "gue ga jadi kuliah di Jerman". DAAAANG!! My brain's freezing for about a minute. Ngeblank gatau mau ngomong apa. Penyebabnya, apalagi kalo bukan masalah biaya. Biaya per-bulan di sana kan hampir 7 juta, nah takutnya nanti lama-lama ga bisa bayar segitu. Apalagi bokap nyokap gue kan lagi ada masalah rumah tangga. Yauda deh, akhirnya gue terima aja. Lagian ga mungkin dipaksain juga kan. Nah, satu hal yang jadi problem sekarang. Gue belom daftar dan ikut tes dan keterima di universitas manapun. Ga ada cadangan universitas sama sekali. D'oh!! Akhirnya dengan kelabakan gue urus-urus surat di sekolah. Setelah gue timbang-timbang, akhirnya gue pun ikut juga ujian masuk UGM, yah itung-itung sebagai tim hore aja sih. Dengan tanpa persiapan, gue ikut tes masuknya. Dan nekatnya lagi gue ikutan tes IPC. Pilihan pertama, kedokteran gigi. Pilihan kedua, manajemen. Pilihan ketiga, gizi dan kesehatan. Wish me luck ya! Libellés : college, europe, friend, germany, life 0 comment(s)
Post a comment
Dreams of A Dreamer #1
Pagi-pagi yang indah, gue terbangun oleh suara weker super berisik. But thanks God, I'm still alive. Segera gue bersiap-siap, cuci muka karena sudah tak sempat lagi untuk mandi, berganti baju dan sarapan seadanya. Huah.. Hari ini adalah winter pertama di Bonn. Gue jadi makin males buat ngapa-ngapain. Tiba-tiba gue ngeliat jam, 7.30 AM. OH MY GOD!!!!!!! Dengan roti yang masih bertengger di mulut gue, gue berlari menuju ke bawah apartemen gue untuk mengejar jadwal subway terdekat biar gue ga telat. Yap.. Gue adalah Prilly Aprilia Damayani yang berkuliah di Medizinische Fakultät der Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn :)Libellés : college, europe, germany, life 0 comment(s)
Post a comment
|